| DPRD Kota Bogor Ingatkan SKPD Perhatikan Tingkat Keamanan Kantor |
| Jumat, 25 Februari 2011 15:32 | |||
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor mengingatkan, Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Bogor lebih memperhatikan tingkat Keamanan Kantornya masing-masing, sehingga kejadian kemalingan seperti di Kantor Dinas Pendidikan tidak terulang lagi.Anggota Komisi A Usmar Hariman mengaku tidak habis pikir, untuk kedua kalinya kantor Disdik Kota Bogor bisa kembali kemasukan maling. Seharusnya SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Kota Bogor mengambil pelajaran untuk lebih memperhatikan tingkat keamanan, Terlebih lagi Dinas Pendidikan yang memperoleh kucuran anggaran cukup besar, baik dari APBD ataupun ABPN. Hal senada dilontarkan Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bogor Yus Ruswandi, pihak Kepolisian harus secepatnya mengusut tuntas kasus tersebut, Apalagi, dugaan sementara mengarah pada pelaku perampokan pertama, karena modusnya ada kemiripan. Yus Ruswandi menilai akibat terulangnya kasus perampokan tersebut, Disdik Kota Bogor semakin menjadi sorotan publik. Sementara itu Kapolres Bogor Kota AKBP Nugroho Slamet Wibowo menyatakan, pihaknya hingga saat ini masih mengusut kejadian tersebut. “ Kami telah melakukan pemerikasaan ke seluruh ruangan disekitar bagian keuangan Kantor Disdik di Jalan Pajajaran Kecamatan Bogor Utara. Berdasarkan hasil olah TKP, pelaku diduga berjumlah dua orang. Dgambar yang terekam CCTV, salah satu pelaku diketahui memiliki fisik gemuk, tinggi, kekar. "Ciri-ciri pelaku yang pertama tinggi dan kekar serta satu lagi menggunakan penutup kepala, “ ujar Kapolres. Menurut Kapolres, wajah pelaku tidak terlihat jelas, Kedua pelaku masuk ke ruangan dengan cara merusak jendela bagian keuangan. Dalam gambar CCTV, pelaku memasuki ruangan sekitar pukul 12.13. “ Saat kami mengecek laci meja diriangan keuangan rusak dan Brankas dalam kondisi terbalik. Sedangkan berdasarkan Keterangan pegawai Disdik, dalam brankas tidak terisi uang, dan seisi ruangan berantakan, “ kata Kapolres. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga milik pelaku, seperti bungkus rokok dan kulit pisang. Untuk melacak jejak para pelaku pencurian, polisi juga menerjunkan seekor anjing pelacak. (yan)
|