Banner
Kota Bogor Akan Bentuk 2000 Duta Anti Narkoba
Minggu, 30 Oktober 2011 23:30
ImageSebanyak 2000 orang sebagai duta anti narkoba akan dibentuk di Kota Bogor. Duta anti narkoba akan dipilih dari kalangan pelajar dan remaja lainnya yang ada di Kota Bogor. Mereka akan bertugas memberikan penyuluhan kepada teman-temannya di sekolah maupun dilingkungannya tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

 
“ Rencananya pelantikan 2000 duta narkoba akan dilakukan pada tanggal 26- November mendatang, pada acara pembukaan Festival Marching Band,“ kata Ketua Penyelenggara Kampanye Anti Narkoba Gatut Susanta, pada saat acara pembukaan dialog interaktif dengan tema dihatiku tak ada narkoba, di Gedung Kemuning Gading Bogor, Minggu (30/10/2011).

Gatut yang juda Ketua Pengcab PDBI (Persatuan Drum Band Indonesia) Kota Bogor mengatakan, 2000 orang duta narkoba, rencananya akan dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).  “ Insya Allah 2000 orang  duta anti narkoba akan dicatat di MURI, “ kata  Gatut
   
Ia juga mengatakan, pihaknya bersama Kapolres Bogor Kota  telah menulis buku  berjudul “Jangan Kau Buat Menangis Ibumu, “  Ada 3000 buku yang kami tulis akan dibagikan secara gratis, “ ujarnya.

Terkait dengan kampanye anti narkoba, Gatut mengatakan, kampanye dan sosialisasi anti narkoba dilatarbelakangi keprihatinan karena posisi Jawa Barat menduduki peringkat ketiga dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
 
“Makanya, dengan terus menerus dilakukan sosialisasi dan kampanye anti narkoba akan mendapatkan tambahan bekal ilmu bagi para generasi muda sehingga mereka bisa menjauhi narkoba, “ harap Gatut.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Bogor Bambang Gunawan yang juga selaku Ketua Badan Narkotika Kota Bogor menyambut baik dengan akan dibentuknya duta anti narkoba di Kota Bogor.
 
“Kita berharap akan menguatkan satu harapan, satu tujuan, satu komitmen, dan satu keinginan, satu tekad, satu sikap tegas, satu suara untuk bersama –bersama memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, “ tegas Bambang.

Karena, lanjut Bambang, ancaman penyalahgunan dan peredaran gelap narkoba telah begitu nyata ditengah kehidupan masyarakat.  “Narkoba telah memicu aksi – aksi kejahatan menyebarkan penyakit seperti AIDS, menghancurkan keluarga, mengakibatkan kematian jutaan jiwa dan secara nyata mengancam keamanan nasional,” ungkapnya.

Image

Bambang mengungkapkan, bahwa data BNN (Badan Narkotika Nasional) dalam lima tahun terakhir telah terjadi kenaikan angka penyalahgunaan narkoba yanh rata-rata 26 persen pertahun. Di tahun 2010 misalnya, angka penyalahgunaan narkoba telah mencapai 3,8 juta jiwa.
 
“Kita juga semakin khawatir ada ribuan generasi muda kita yang masih tercatat sebagai pelajar sudah menjadi pengguna narkoba, “ kata Bambang.
 
Bahkan, lanjutnya, ada tren jumlah pengguna narkoba, dikalangan pelajar,baik pelajar sekolah dasar, sekolah menengah pertama,  maupun sekolah menengah atas mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Bambang mengatakan, bahwa pemberantasan kejahatan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab dari BNK. “Ini adalah tugas besar bersama yang InsyaAllah juga menjadi tanggung jawab bersama, termasuk para orang tua, pendidik di sekolah dan perguruan tinggi, pimpinan agama, tokoh masyarakat, dunia usaha,”pungkasnya. (gus/yan)
 

 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner