Beranda >

Berita > Pimpin Briefing Staf Jelang Idul Fitri, Ini Kata Bima Arya


19 Mei 2020

Pimpin Briefing Staf Jelang Idul Fitri, Ini Kata Bima Arya

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan beberapa hal kepada semua jajarannya di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat memimpin briefing staf menjelang Idul Fitri di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (19/05/2020).

Diantaranya menyinggung kondisi pandemi Covid-19 yang belum tahu hingga kapan ini berakhir. Untuk itu, ia mengajak semua untuk menguatkan kebersamaan dan keimanan. Semua pihak harus siap dengan segala kemungkinan terburuk.

"Ini adalah ujian keimanan. Kebersamaan kita sangat menentukan disamping keimanan," katanya.

Selain sulit, situasi yang ada dipahami secara berbeda oleh setiap orang. Tetapi Semuanya harus memiliki frekuensi yang sama tentang apa yang dihadapi saat ini.

Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), persamaan harus dirumuskan sehingga ada semangat menguatkan dan harus dikuatkan dengan berbagai macam cara. Semangat kebersamaan harus diturunkan, tidak sekedar mendoakan tapi dijabarkan dengan tupoksi masing-masing. Diturunkan dan diikhtiarkan secara maksimal dengan kreasi dan inovasi.

"Ini ujian kepemimpinan. Perang ini harus dilawan secara bersama. Bagi yang tidak sanggup, sampaikan secara jantan dan terbuka. Silahkan mundur. Segera kita lakukan rotasi. Ini perang, jika tidak sanggup, sampaikan. Semua punya tanggung jawab sama sesuai tupoksinya. Demi kebersamaan, asas keadilan dan saling menguatkan. Kita akan buat formula pasukan yang lebih efektif terutama di wilayah. Kita akan lakukan penyesuaian-penyesuaian, karena ini akan panjang dan lama," tutur Bima.

Untuk penerapan PSBB Pemprov Jawa Barat menyerahkan kebijakannya kepada masing-masing daerah dan Kota Bogor sudah memperpanjang hingga 26 Mei mendatang karena masih masuk zona merah.

"Kita harus berani merancang rumusan pola baru. Insya Allah kamis ini kita akan mengundang pihak-pihak terkait agar sebelum lebaran sudah ada keputusan. Saat ini Kota Bogor tetap PSBB hingga 26 Mei," tegas Bima.

Menyinggung pelaksanaan Sholat Idul Fitri, kata Bima, fatwa MUI harus dipahami agar masyarakat dan pihak lainnya tidak salah menafsirkan. Dalam fatwanya, MUI mengizinkan sholat idul fitri secara jamaah terbuka bagi daerah yang sudah dinyatakan aman dari potensi penularan Covid-19. Sementara Jawa Barat sendiri belum ada yang aman dan masih zona merah.

"Artinya tidak bisa. Sholat Idul Fitri memungkinkan bagi wilayah yang aman dan Kota Bogor belum aman, karena itu mari kita jelaskan kepada warga, fatwa MUI hanya bagi daerah terpencil yang bebas dari penularan Covid-19," ujarnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, MUI dan Forkopimda Kota Bogor akan menandatangani surat edaran mengenai aturan pelarangan takbir keliling, pelarangan silaturahmi antar wilayah, pelarangan pelaksanaan sholat Idul Fitri berjamaah dan terbuka.

Kepada Aparatur wilayah ia meminta agar menyosialisasi hal tersebut, khususnya di lapangan yang memerlukan penyesuaian, jangan sampai ada potensi konflik. Pemkot Bogor jelas dan tegas menyampaikan fatwa MUI secara utuh bahwa wilayah Bogor belum aman, masih zona merah.

Hal lain yang ditekankan Bima adalah penyaluran Bansos. Dirinya meminta untuk dievaluasi dan memperkuat pendataan, mulai dari RT dan RW. Kaji ulang sistem kuota dan perbaiki sistemnya.

Untuk aparatur wilayah Bima meminta agar sosialisasi dikuatkan, pendataan, memasifkan penyaluran, evaluasi sistem tunjangan secara jujur dan objektif mengingat situasi yang ada tidak normal.

Selain diminta maksimalkan pengawasan PSBB dan bantuan. Camat dan Lurah diminta untuk membantu menyosialisasikan bahwa RSUD Kota Bogor telah menerima layanan Non Covid-19.

"Mari kita dukung tenaga medis dan RSUD agar bisa beroperasi secara normal," katanya. (prokompim)

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk