Beranda >

Berita > Jelang Idul Fitri, Wali Kota Sidak Daging dan Kebutuhan Pokok


19 Juni 2017

Jelang Idul Fitri, Wali Kota Sidak Daging dan Kebutuhan Pokok

Wali Kota Bogor Bima Arya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PDPPJ), Dinas Pertanian (Distan) dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan hewan Kementrian Pertanian (Kementan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar modern (Supermarket) di jalan Pajajaran dan pasar tradisional pasar Bogor. Senin (19/06/2017). Sidak dilakukan untuk memantau daging dan kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1.438 hijriah yang beredar memenuhi persyaratan layak jual dan tidak kedaluwarsa

Di Supermarket petugas gabungan langsung menyasar tempat penjualan daging sapi, daging ayam dengan mengecek tanggal kadaluarsa hingga diuji dengan cara rapid test untuk mengetahui keaslian daging. Untuk parsel pihaknya juga mengecek secara random dan tidak ditemukan parsel kadaluarsa.

“Kami telah memeriksa bahan-bahan makanan produk daging, dilihat tanggal kadaluarsanya, bahan-bahan yang digunakan, termasuk kehalalannya, apakah dicampur daging babi atau tidak, mengandung unsur daging celeng atau tidak, apakah ada formalin atau boraksnya atau ada bahan kimianya atau tidak. Sejauh  ini tidak ditemukan,” kata Bima.

Di Pasar tradisional Pasar Bogor Bima juga melakukan pengecekan terhadap ketersedian sembako, daging dan sayuran. Sementara ini masih terbilang aman untuk kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri 1.438 Hijriah.

Bima menekankan dengan jajarannya akan terus mengawasi perkembangan pasokan dan harga-harga bahan pokok untuk menjaga agar tidak terjadi kelangkaan dan juga kenaikan harga menjelang Idul Fitri.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Bogor Achsin Prasetyo menuturkan, kegiatan sidak ini memang rutin dilakukan sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan terhadap produk-produk kebutuhan yang diperjualbelikan di pasar, baik itu pasar modern maupun pasar tradisional. “Hasil sidak hari ini untuk sementara ini belum ada temuan,” jelasnya.

Achsin menyebut, untuk harga daging beku, minyak goreng dan gula pasir memang ada sedikit kenaikan, namun tidak signifikan sekitar 10-20 persen, untuk harga gula pasir yang awalnya perkilogram Rp. 12.500 menjadi Rp. 14.000. “Tahun ini harga-harga kebutuhan relatif stabil dibandingkan dengan tahun lalu karena pemerintah gencar melakukan operasi pasar, kepolisian pun membentuk satgas pangan sehingga harga relatif aman,” ujarnya. (SZ/Foto : Indra)

 

 

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk