Beranda >

Berita > 3 Besar, Bima : Aspek Historis, Geografis dan Demokratis Menjadi Kekuatan Katulampa


11 Agustus 2017

3 Besar, Bima : Aspek Historis, Geografis dan Demokratis Menjadi Kekuatan Katulampa

Masuknya Kelurahan Katulampa menjadi tiga besar lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2017 membuktikan bahwa pemerintah tidak hanya melayani, tetapi juga memberdayakan masyarakatnya. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya dalam penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2017 di ruang Rapat Lantai IV Gedung C Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Jumat (11/08/2017) sore.

“Menjadi terbaik di Tingkat Provinsi saja suatu capaian yang luar biasa dan ini masuk dalam tiga besar tingkat nasional merupakan suatu prestasi yang membanggakan. Harapan kita, Kelurahan Katulampa bisa menang di tingkat nasional,” kata Bima dengan nada optimis yang didampingi Lurah Katulampa Taufik Rahman dan Camat Bogor Timur Adi Novan.

Menurut Bima, jika Kelurahan Katulampa berhasil menjadi juara pertama, ini menjadi satu pembuktian bahwa pemerintah tidak bisa sendiri, bukan hanya memerintah maupun sekedar melayani, tetapi juga memberdayakan masyarakat dan menginspirasi mereka. “Dan yang paling istimewa dari Kelurahan Katulampa adalah gerakan warganya, yang menjadi penilaian paling tinggi dari dewan juri adalah konsep GEMAR SAWI (Gerakan Masyarakat Sadar Wilayah). Jika lolos sebagai juara, maka hal ini akan menginspirasi kelurahan-kelurahan di Kota Bogor untuk menjalankan metode  yang sama,” tuturnya.

Dia menyebutkan, hal yang dimiliki Kelurahan Katulampa adalah aspek historis, geografis dan demokratis yang menjadi kekuatan tersendiri.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menjelaskan, konsep inovasi GEMAR SAWI terbukti efektif dan efisien dalam memberdayakan masyarakat, jika diperhatikan ada tiga hal, diantaranya pelayanan yang adil dan baik, mendorong masyarakat agar mandiri dan pembangunan dari dan untuk masyarakat. “Harapan saya ini tidak berhenti ketika lomba semata,” ujar Ade.

Nada optimis juga dikatakan Camat Bogor Timur Adi Novan, bahwa tujuan utama yang diraih adalah wujud nyata dari kehadiran pemerintah ditengah masyarakat dalam mengembangkan potensi dan swadaya masyarakat.  

Sementara itu Lurah Katulampa Taufik Rahman menyatakan, prestasi yang diraih merupakan bentuk nyata dari peran masyarakat yang peduli akan potensi wilayahnya.

Dalam penilaian yang berjalan selama 2 jam tersebut, turut hadir Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian beserta pengurus, Asisten Pemerintahan Kota Bogor Hanafi, Kepala Bagian Tata Pemerintahan M.Taufik dan staf Kelurahan Katulampa serta perwakilan warga Katulampa. (humas:rabas/indra) SZ

 

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk