Beranda >

Berita > BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 400 Ribu Pekerja Tercover


11 Oktober 2017

BPJS Ketenagakerjaan Targetkan 400 Ribu Pekerja Tercover

Dari 500 ribu pekerja yang ada di Kota Bogor tercatat baru 99.495 pekerja yang terdaftar di program BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini mendorong  BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Bogor bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk melakukan pendataan secara masif dengan mengejar target 100 persen pendaftaran pekerja di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Bogor.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Bogor Chairul Arianto mengatakan, adanya gap atau selisih yang tinggi antara pekerja yang belum mendaftar BPJS Ketenagakerjaan disebabkan masih banyak pekerja ataupun pemberi kerja yang belum memahami jika program jaminan sosial ketenagakerjaan ini merupakan program wajib.  

“Berdasarkan UUD semua orang yang bekerja mencari nafkah wajib mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan. Mulai dari Pekerja Penerima Upah, Bukan Penerima Upah dan Kontruksi,” ujarnya seusai rapat koordinasi di ruang Paseban Surawisesa, Balaikota Bogor, Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bogor, Rabu (11/10/2017).

Ia menargetkan pendaftaraan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan rampung pada akhir November. Untuk itu, pihaknya juga berkolaborasi dengan Pemkot Bogor dalam hal ini melibatkan pihak Kecamatan dan Kelurahan untuk proses pendataan warga yang belum terdaftar. Sehingga pada Desember mendatang sudah memiliki gambaran untuk membuat kajiannya. “Pendataan untuk mengetahui mana saja warga yang tidak mampu untuk kemudian dicarikan solusinya dan dibantu,” jelasnya.

Menurutnya, pekerja dengan penghasilan kecil ini jangan sampai terlewatkan masuk ke BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, ketika mereka terkena musibah penghasilannya akan turun dan dapat mempengaruhi daya beli. Maka, ia ingin semua pekerja dapat tercover BPJS Ketenagakerjaan, dan ketika meninggal dunia mendapatkan santunan sebesar Rp. 24 juta. “Bisa dibayangkan jika penghasilannya kecil dan tidak ikut BPJS Ketenagakerjaan ahli warisnya tidak mempunyai uang untuk biaya pemakanan dan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, pendataan akan dilakukan di tingkat Kelurahan dan Kecamatan secara masif dengan membentuk tim sehingga semua dapat terjaring dalam BPJS Ketenagakerjaan. Keikutsertaan di BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan manfaat sebab pekerja mendapatkan jaminan kecelakaan, jaminan kematian dan hari tua. “Saya berharap program ini juga sampai ke tingkat LPM, RT/RW agar semangat kerjanya lebih meningkat,” pungkasnya. (fla/hari-SZ)

 

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk