Beranda >

Berita > PDAM Lanjutkan Penanganan Relokasi Pipa Bojong Koneng


12 Oktober 2017

PDAM Lanjutkan Penanganan Relokasi Pipa Bojong Koneng

*Siapkan Langkah Antisipasi Dini Gangguan Pelayanan

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tak mau terburu-buru melaksanakan pekerjaan relokasi pipa HDPE di perbukitan curam Kampung Bojong Koneng, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Manajemen menginginkan seluruh persiapan teknis telah matang, sehingga dapat meminimalisir gangguan di masyarakat dan pelanggan.

Rabu (11/10/2017) pagi, jajaran direksi dan manajemen membahas persiapan teknis pelaksanaan relokasi pipa di daerah rawan longsor tersebut. Rapat dipimpin langsung Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya, dan dihadiri Direktur Umum Rino Indira Gusniawan, Direktur Teknik Ade Syaban Maulana, para kepala bagian dan kepala sub bagian dari Direktorat Teknik, Umum dan Sekretariat perusahaan.

Ade Syaban Maulana  mengungkapkan, ada dua pekerjaan relokasi di jalur transmisi sumber mata air Tangkil yang dikerjakan pada bulan ini, yakni di daerah Bojong Koneng Desa Ciherang Pondok dan relokasi tahap II pipa HDPE yang terdampak pembangunan tol Bocimi di Jalan Kol Bustomi Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.

“Sebaiknya, pengerjaan dua relokasi itu dilaksanakan pada tanggal yang sama. Tujuannya agar gangguan pengaliran di wilayah zona 1 tidak terlalu lama. Saya dengar pihak Bocimi akan melakukan relokasi pada tanggal 17 Oktober, tapi itu belum dapat dipastikan. PDAM masih harus berkordinasi dengan pihak pengembang tol Bocimi,” kata Ade Syaban.

Meski waktu pelaksanaan relokasi belum dapat dipastikan, Syaban mengintruksikan sub Bagian Transmisi dan Distribusi serta Sub Bagian Penanggulangan Kebocoran untuk mempersiapkan segala macam kebutuhan, termasuk assesoris perpipaan pada akhir pekan ini. Sehingga saat pelaksanaannya, tidak banyak kekurangan yang dapat mengganggu proses relokasi.

“Kondisi level Reservoir Rancamaya pun harus benar-benar prima. Beberapa waktu sebelum pelaksanaan, level reservoir harus penuh. Sehingga saat pasokan air dari mata air Tangkil ditutup saat proses relokasi, distribusi air ke pelanggan tidak terlalu terganggu karena reservoir kita sudah siap (menyalurkan air ke pelanggan),” urai Ade Syaban.

Begitu pun Direktur Umum Rino Indira Gusniawan. Rino berpesan agar armada tangki disiapkan di daerah yang lebih dahulu mengalami gangguan, seperti Dekeng, Rancamaya, Kertamaya dan lain-lain. Rino pun meminta bagian terkait untuk menyiapkan Tangki Air Hydrant Umum (TAHU) di daerah-daerah terparah yang mengalami gangguan.

“Pasang di beberapa tempat di zona 1 dari sekarang dan dalam kondisi penuh. Sehingga saat pasokan di jaringan perpipaan mati, masyarakat bisa langsung memanfaatkan TAHU-TAHU kita. Ini langkah antisipasi dini saat terjadi gangguan pelayanan akibat relokasi pipa di Bojong Koneng dan area tol Bocimi,” tutupnya. (humas)

 

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk