Beranda >

Berita > Muktamar Al Irsyad ke-40 Dorong Pimpinan Pusat Asli Pribumi


13 Oktober 2017

Muktamar Al Irsyad ke-40 Dorong Pimpinan Pusat Asli Pribumi

Mendorong pimpinan pusat Al Irsyad Al Islamiyyah yang berasal dari pribumi (Indonesia) menjadi target utama pada Muktamar Pergantian Pengurus Pusat ke-40 Al Irsyad yang rencananya akan dibuka Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor, 16-18 November 2017. Salah satu calon pimpinan yang akan didorong dan dianggap cukup kuat terpilih yakni Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Prof. Misri Abdulkadir Gozali.

Ketua Pimpinan Cabang Al Irsyad Bogor Abdul Rahman mengatakan, sebagai organisasi yang telah berdiri sejak 1.914 dan hanya lebih muda dua tahun dari Muhammadiyah, gaung Al Irsyad kurang terdengar di kalangan pribumi. Sebaliknya Al Irsyad lebih berkembang pada turunan atau komunitas Arab. Maka, pada pergantian pengurus pusat kali ini Al Irsyad ingin merubah image yang saat ini 90 persen anggota merupakan keturunan Arab menjadi lebih Indonesia.

“Kita angkat orang asli Indonesia untuk menjadi pimpinan pusat Al Irsyad agar tidak lagi terlihat ekslusif sehingga Al Irsyad bisa lebih membumi di Indonesia,” ujarnya seusai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Bogor Bima Arya di ruang Paseban Punta, Balaikota Bogor Jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bogor, Jumat (13/10/2017).

Ia menuturkan, acara Muktamar yang akan digelar selama tiga hari dari Kamis (16/11/2017) hingga Sabtu (18/11/2017) mendatang akan dihadiri sekitar 350 anggota Al Irsyad dari 80 Cabang seluruh Indonesia. Tak hanya dibuka Presiden RI, dipastikan ada empat Menteri yang akan hadir. Sebut saja Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Asman Abnur,  Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

“Jadi selain pergantian pengurus adapula agenda lain dari Muktamar, yakni ingin mengembangkan pendidikan di Al Irsyad ke konsep Islam Terpadu. Sebab Al Irsyad memang berfokus pada pendidikan dan sosial ekonomi tidak sama sekali berpolitk,” jelasnya.

Ia menambahkan, pertemuan dengan Wali Kota Bogor Bima Arya ini, pihaknya ingin meminta kontribusi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada kegiatan ini. Mulai dari perbantuan transportasi dan publikasi. “Tadi kata pak Bima akan disupport. Kami juga akan undang pak wali dan Gubernur Jabar,” pungkasnya. (fla/indra-SZ)

 

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk