Selamat Datang Bogorian!

319 Anak Ikuti Gebyar Prasiaga PAUD 2026, Bunda PAUD Tekankan Pentingnya Metode Belajar Sambil Bermain

Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim, membuka Gebyar Prasiaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tahun 2026 Kota Bogor yang diikuti ratusan anak dari enam kecamatan, di SKI Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Selasa (7/4/2026).

Yantie Rachim mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang diinisiasi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Kota Bogor tersebut, serta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.

“Kalau bisa sering dilaksanakan, karena kegiatan ini sangat baik. Anak-anak bisa belajar sambil bermain dan perhatiannya juga bisa teralihkan dari gadget,” ujarnya.

Diikuti sebanyak 319 anak dari enam kecamatan di Kota Bogor. Para peserta mengikuti tiga jenis kegiatan, yakni permainan edukatif, festival, dan perkemahan.

Yantie Rachim menekankan pentingnya metode belajar sambil bermain bagi anak usia dini, termasuk melalui pengenalan lingkungan dan interaksi sosial.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut anak-anak dapat belajar menjaga kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, serta belajar bersosialisasi dengan teman sebaya.

“Anak-anak juga belajar mengenal lingkungan, mengenal sesama, serta membangun interaksi sosial sejak dini,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan prasiaga menjadi bagian dari pembekalan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar (SD).

Pada usia PAUD, kata dia, anak sebaiknya lebih banyak bermain dibandingkan mendapatkan tekanan untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung.

“Biarkan anak-anak usia dini memiliki waktu bermain yang cukup. Dengan begitu, saat masuk SD mereka tidak merasa jenuh dan dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yantie Rachim juga mengingatkan orang tua untuk memperhatikan penggunaan gawai pada anak. Ia menyampaikan bahwa anak di bawah usia 16 tahun tidak dianjurkan memiliki akun media sosial maupun bermain gim daring tanpa pengawasan.

“Peran orang tua dan tenaga pendidik sangat penting dalam melakukan pendampingan terhadap anak,” tegasnya.

Tutup