Selamat Datang Bogorian!

700 Peserta Turun Bersih-Bersih di Situ Gede, Kota Bogor Jadi Lokus Gerakan Indonesia ASRI

Kota Bogor menjadi lokus penyelenggaraan pencanangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai Pelopor Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI), yang dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan didukung penuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan bersama Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat.

Sebanyak 700 peserta yang terdiri dari jajaran Kemendagri, Pemkot Bogor, organisasi profesi, organisasi masyarakat, pelajar, hingga buruh turun langsung melaksanakan aksi bersih-bersih untuk mendukung dan mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa sejak dicanangkannya Gerakan ASRI oleh Prabowo Subianto, Pemerintah Kota Bogor telah melaksanakan berbagai kegiatan, di antaranya menertibkan sampah visual, gerakan beberesih di masyarakat, serta optimalisasi pengolahan dan pemilahan sampah dari sumbernya.

"Timbulan sampah Kota Bogor per hari berada di atas 1.000 ton. Oleh karena itu, arah kebijakan penanganan persampahan kami laksanakan bukan hanya dari hilir, tetapi juga dari hulu. Dari hulu, pemilahan sampah sudah dilakukan, paling tidak ada 230 bank sampah," ucapnya, Jumat (8/5/2026).

"Kemudian, kita memiliki kurang lebih 16 TPS3R. Untuk urusan hilir, kami juga sudah mengajukan dua titik untuk PSEL atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah,"sambungnya.

Satu titik sudah disetujui Pemerintah Pusat dan mampu menangani kurang lebih 1.500 ton sampah per hari. Lokasinya berada di lahan milik Pemkot Bogor, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan TNI Angkatan Darat di Galuga.

Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal, mengatakan bahwa inisiatif ini dilaksanakan karena dalam menjalankan tugasnya Satpol PP memiliki kewenangan dalam penegakan perda.

Sehingga, ia meminta Satpol PP sebagai pelopor Gerakan ASRI dapat melaksanakan tugas dengan pendekatan yang humanis dan persuasif, sehingga mampu membangkitkan partisipasi masyarakat.

"Untuk itu Satpol PP, termasuk seluruh kementerian, melakukan Gerakan ASRI. Semua ini demi kebaikan bersama," ujarnya.

Gerakan ASRI ini harus menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan serentak oleh seluruh daerah, tidak hanya di wilayah hilir, tetapi juga di kawasan hulu, sehingga pengendalian sampah dapat terus diperkuat melalui kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada lingkungan berkelanjutan.

"Kepada seluruh jajaran Satpol PP, kalian diberi mandat untuk menjadi champion, pelopor Gerakan Indonesia ASRI. Lakukan semua program kegiatan secara humanis dan penuh empati. Ajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi. Gerakan ini adalah gerakan oleh kita, dari kita, untuk kita," ujarnya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Buruh melalui aksi nyata menjaga lingkungan dan pelestarian alam dengan mengikuti kegiatan bersih-bersih.

Aksi bersih-bersih di Danau Situ Gede ini juga mengingatkan semua pihak bahwa persoalan timbulan sampah tidak hanya berasal dari Kota Bogor, tetapi juga bersumber dari wilayah hulu sungai.

"Aliran-aliran sungai yang datang dari hulu, termasuk dari wilayah kabupaten, tentu juga harus kita dorong agar masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai," ujarnya.

Ketua Pelaksana yang juga Direktur Pol PP dan Linmas, Sri Handoko Taruna, mengatakan bahwa Gerakan Indonesia ASRI merupakan amanat Presiden Republik Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif aparatur negara serta masyarakat dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan keindahan lingkungan.

Tutup