Selamat Datang Bogorian!

Bantuan Chainsaw di Bogor Selatan, Jenal Mutaqin: Langkah Mitigasi Awal

Sebanyak 16 wilayah di Kecamatan Bogor Selatan mendapatkan bantuan alat pemotong kayu atau chainsaw. Bantuan tersebut berasal dari APBD Kota Bogor melalui pokok pikiran (pokir) DPRD.

 

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, berkesempatan menyerahkan langsung bantuan tersebut didampingi Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Said Muhammad Mohan, selaku pemilik pokir.

 

“Bogor Selatan menjadi salah satu daerah dengan tingkat bencana cukup tinggi. Ini murni usulan pokir tahun 2025 yang terealisasi di tahun 2026,” kata Jenal Mutaqin

.

Di mana bantuan ini untuk menyadarkan masyarakat dalam memitigasi dan melakukan penanggulangan kebencanaan secara mandiri. Saat bencana datang, warga masyarakat bisa lebih awal melakukan penanganan.

 

Tak hanya di Bogor Selatan, hal yang sama juga akan dilakukan di kecamatan lainnya. Selama kebutuhan dan urgensinya jelas, wilayah lainnya pun akan disesuaikan, tentu dengan anggaran yang tersedia.

 

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Said Muhammad Mohan mengatakan, bahwa Bogor Selatan memiliki luasan wilayah yang cukup besar.

 

Sehingga memerlukan waktu dan mobilisasi yang cukup panjang jika terjadi kebencanaan. Maka dari itu, bantuan ini sebagai langkah cepat dalam penanganan bencana.

 

“Masyarakat sudah lebih siap lebih awal jika terjadi bencana, seperti pohon tumbang. Bisa mengambil langkah cepat. Maka kami inisiasi untuk mengusulkan alat chainsaw ini di 16 kelurahan,” ucapnya.

 

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, wilayah Bogor Selatan sendiri baru memiliki empat Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) yang dibentuk, yakni Bojongkerta, Rancamaya, Pamoyanan, dan Bondongan.

 

“Untuk wilayah yang belum ada Kaltana, maka dititipkan ke LPM. Diberikan juga ke PC Satria Kota Bogor, Tagana Kelurahan Muarasari, dan Kecamatan Bogor Selatan,” kata Dimas.

Tutup