Balai Kota Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Kota Bogor terus berprogres menuju City of Gastronomy pertama di Indonesia. Saat ini, usulan Bogor sebagai Kota Gastronomi yang menjadi bagian dari jejaring kota kreatif dunia melalui UNESCO Creative Cities Network (UCCN) telah dilakukan Forum Gastronomi Kota Bogor bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan berbagai pihak, termasuk keterlibatan masyarakat.
Ditemui saat menghadiri Festival Kopi Legendaris, Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidhar Wurjanto, mengatakan berbagai upaya dan tahapan sudah dan sedang terus dilaksanakan.
Pihaknya juga telah melakukan audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, pada Maret 2026 lalu serta mendaftarkan Kota Bogor untuk dapat mewakili Indonesia menuju UNESCO sebagai City of Gastronomy.
"Progresnya kita lagi pengajuan kepada Ekraf untuk sebagai kota kreatif yang kita ajukan di tingkat nasional dulu, hingga nanti ada seleksi yang akan dilihat kota mana yang cocok untuk diajukan kepada UNESCO," katanya saat ditemui di Lapangan Sempur, Jumat (21/8/2026).
Tahapan menuju ke sana, pada November 2025 Kota Bogor telah ditetapkan sebagai Kota Seni Pertunjukan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf)/Badan Ekonomi Kreatif melalui Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), Direktorat Fasilitasi Infrastruktur Deputi Bidang Pengembangan Strategi Ekonomi Kreatif.
Penetapan ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Uji Petik PMK3I oleh Pemkot Bogor dan perwakilan ekosistem ekonomi kreatif Kota Bogor yang dihadiri Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Di samping itu, Bogor sebagai kota yang telah mendeklarasikan diri sebagai City of Gastronomy telah memiliki ekosistem lengkap, mulai dari sumber bahan baku, tradisi kuliner, hingga dukungan akademik dan komunitas kreatif.
Pengembangan identitas ini menjadi strategi kuat di berbagai sektor melalui kolaborasi, sinergi, dan dukungan masyarakat.
"Tentunya kita sudah bikin juga salah satu Gastrofest itu kerja sama antara Forum Gastronomi, Pemerintah Kota, dengan IPB dari sisi akademisi. Kemarin selama dua hari kita membuat semacam edukasi bahwa ini butuh dukungan warga Bogor juga untuk kita mendorong kontemporer sebagai gastronomi," ungkapnya.
Di samping itu, komitmen dan dukungan dari kepala daerah juga diperlukan. Selama ini, Dedie Rachim selalu mendorong jajarannya dan mendukung upaya Bogor menuju Kota Gastronomi.
"Jadi eksistensi dan dorongan sebagai kota gastronomi ini juga terus hadir dari Pak Wali di beberapa kegiatan dan acara sering menyebut Bogor akan jadi kota gastronomi, juga dari sisi akademisi bahwa ini loh sejarahnya Bogor ini punya daya kesetaraan dan daya tarik besar dan berkesinambungan," ujarnya.
Wakil Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Catura Pasha, mengatakan keunggulan Kota Bogor di antaranya adalah memiliki berbagai kuliner yang telah dikenal di berbagai daerah, baik tingkat nasional maupun internasional.
Saat ini, sudah ada beberapa produk makanan yang telah mendapatkan predikat sebagai warisan budaya tak benda.
"Salah satunya itu doclang, lalu ada bir kocok yang diharapkan nanti ke depannya semakin banyak menu-menu lokal Bogor yang ditetapkan sebagai warisan tak benda," tutupnya.
Email Pengaduan
Balai Kota Bogor
Whatsapp Kota Bogor
Berita Terbaru
Pakai Kostum ‘Batman’, Jenal Mutaqin Ikuti Lomba Ninja Warrior Bersama Warga Warban
Guyub, 238 Peserta Meriahkan Parade Toleransi Kota Bogor
Guyub Merdeka KKMP Curug Mekar, Denny Mulyadi Ajak Penguatan Ekonomi Berbasis Masyarakat
Bogor Menuju Kota Gastronomi Dunia, Dukungan Ekosistem Kreatif Terus Dibangun