Balai Kota Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan pentingnya kepedulian dan keberpihakan terhadap para penyintas stoma sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Bogor yang inklusif dan ramah bagi semua kelompok masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Stoma Care Week di IPB International Convention Center, Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, Jumat (27/6/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian dan dukungan terhadap para penyintas stoma atau ostomate, sebutan bagi individu yang menjalani prosedur medis pembuatan stoma pasca operasi.
“Di tengah-tengah kita, ada saudara-saudara kita yang disebut sebagai ostomate, mereka adalah para penyintas kanker yang kini hidup dengan alat bantu stoma. Oleh karena itu, mereka butuh perhatian dan kepedulian kita,” jelas Dedie Rachim.
Dedie Rachim menjelaskan bahwa bentuk kepedulian terhadap para ostomate adalah dengan peluncuran Ostomate Card, kartu identitas khusus bagi para ostomate.
“Kartu ini bisa dikalungkan di leher para ostomote, sehingga ketika kita bisa melihatnya dan memberi perhatian lebih. Dengan diluncurkannya kartu ini, mudah-mudahan menimbulkan kesadaran publik agar kita semua lebih peduli, sayang, dan siap melindungi para ostomate,” ucapnya.
Selain peluncuran kartu, Dedie Rachim juga meresmikan Museum Ostomate pertama di Indonesia yang berlokasi di Taman Sari Persada, Kota Bogor.
Museum ini dihadirkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih memahami kondisi ostomate dan pentingnya dukungan sosial terhadap mereka.
“Museum ini sebagai bagian dari menimbulkan pemahaman kepada masyarakat, bagaimana memahami kehidupan para ostomate,” ujar Dedie Rachim.
Dedie Rachim memastikan bahwa hampir seluruh rumah sakit di Kota Bogor telah mampu menangani perawatan stoma secara profesional.
Selain itu, terkait dengan biaya kantong stoma, ia menyampaikan bahwa akan ada bantuan donasi dan layanan kesehatan gratis bagi para ostomate yang juga disiapkan dalam rangkaian kegiatan ini.
“Kita juga siapkan bantuan gratis, perawatan gratis, serta donasi kantong stoma bagi para sahabat stoma,” katanya.
Ia turut mengajak masyarakat untuk hidup lebih sehat, dengan menjaga kesehatan dan bangun pola hidup yang sehat, agar ke depannya tidak ada lagi penderita stoma yang bertambah.
Sementara itu, Ketua YKI Kota Bogor, Yantie Rachim menyampaikan bahwa keberanian para ostomate dalam menjalani hidup patut diapresiasi dan didukung secara nyata.
“Kami percaya bahwa keberanian para penyintas untuk tetap menjalani hidup dengan semangat adalah inspirasi bagi kita semua. Maka biarkan ini menjadi pengingat bahwa setiap orang berhak untuk mereasa dihargai, didampingi, dan dimanusiakan sepenuhnya,” ujar Yantie Rachim.
Ia juga menegaskan bahwa peluncuran Ostomate Card menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih manusiawi, ramah, dan peduli terhadap para penyintas.
“Melalui kartu ini, kami berharap akses ke fasilitas umum, pelayanan kesehatan, dan ruang publik dapat lebih terbuka dan berpihak,” tegasnya
Ketua Pelatihan dari Wocare Center, Kana Fajar, menyampaikan bahwa Stoma Care Week tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga momen penguatan solidaritas antarpenyintas dan penggerak layanan kesehatan.
“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran lintas sektor dan menjadi contoh bagi kota lain agar lebih peduli terhadap pelayanan dan mutu hidup para ostomate,” ungkap Kana.
Email Pengaduan
Balai Kota Bogor
Whatsapp Kota Bogor
Berita Terbaru
Pemda Pekalongan Raya Dalami Pengelolaan Sampah Berbasis PSEL
Kolaborasi Forkopimda dan Pemkot, Jumsih Sasar Jalan MA Salmun hingga Mayor Oking
Kota Bogor Perkuat Identitas Kota Gastronomi
Yantie Rachim Kunjungi Sekolah untuk Pastikan MBG Berjalan Optimal