Selamat Datang Bogorian!

Dedie Rachim Dampingi Menteri PKP Tinjau Hasil Bedah Rumah di Sindangbarang

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyusuri gang kecil di kawasan permukiman padat penduduk Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu (7/11/2026).

 

Kunjungan Menteri PKP tersebut dilakukan untuk menginspeksi hasil pembangunan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Dalam kesempatan itu, ia mengecek langsung kesesuaian kondisi rumah sebelum dan sesudah mendapatkan intervensi.

 

Dua di antara warga penerima manfaat program bedah rumah Kementerian PKP tersebut adalah seorang ibu yang berprofesi sebagai penjual soto dan seorang bapak yang bekerja sebagai sopir angkutan kota.

 

Kementerian PKP berkomitmen memastikan setiap program yang direncanakan dapat terlaksana sesuai dengan hasil yang diharapkan.

 

"Tentu dengan niat baik, tapi juga mesti punya konsep yang utuh. Jadi kita bagaimana menggabungkan berbagai macam dukungan negara," ujar Maruarar.

 

Ia menyampaikan bahwa jumlah rumah yang mendapatkan program bedah rumah di Kota Bogor menjadi yang terbanyak sepanjang masa di Jawa Barat. Jumlahnya meningkat dari sebelumnya 6.360 unit menjadi 49.229 unit.

 

Khusus tahun ini, sebanyak 1.249 rumah di Kota Bogor telah mendapatkan perbaikan melalui program Kementerian PKP.

 

"Tapi tentu harus tepat sasaran. Nah, sesudah rumahnya diperbaiki, datang nih ATR/BPN bantu kerja sama dengan perumahan, bantu sertifikat buat rakyat. Ada kriterianya MBR, masyarakat berpenghasilan rendah atau penerima bedah rumah.

 

Dengan bantuan antarlintas instansi, lembaga, dan kementerian negara harus hadir," ungkapnya.

 

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan terima kasih kepada Menteri Maruarar atas bantuan yang diberikan kepada Kota Bogor.

 

Ia mengatakan, ada pesan penting yang ditangkap dari kunjungan tersebut, yakni perlunya intervensi lintas sektor, termasuk sektor keuangan, untuk meningkatkan penghasilan masyarakat.

 

"Dengan intervensi dari berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, artinya bisa meningkatkan penghasilan masyarakat, dan nantinya justru masyarakat yang tangannya di atas akan lebih banyak, sementara yang masih harus dibantu, kita fokus bantu sesuai dengan data yang kita miliki," ujarnya.

 

Ke depan, lanjut Dedie Rachim, semangat yang dibangun adalah memperbaiki kualitas hunian sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Tutup