Selamat Datang Bogorian!

Dedie Rachim Paparkan Strategi Penguatan SAKIP, KemenPANRB Nilai Kinerja Bogor Positif

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), melalui Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan I mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui berbagai terobosan dan inovasi yang berdampak langsung serta memberikan manfaat kepada masyarakat

 

Apresiasi tersebut diberikan saat Ekspose Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Balai Kota Bogor, Kamis (13/8/2026).

 

Di antaranya inovasi dalam menekan angka putus sekolah dengan jemput bola, mencari, dan menemukan anak putus sekolah untuk disekolahkan, program penurunan tingkat kemiskinan yang dilakukan dengan meningkatkan investasi, peningkatan indeks pembangunan manusia, peningkatan angka harapan hidup, serta berbagai kegiatan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Pusat, hingga berbagai elemen masyarakat maupun pihak swasta.

 

Pada Ekspose SAKIP, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memaparkan bahwa Pemkot Bogor menjalankan program percepatan agar setiap kegiatan benar-benar bermanfaat bagi warga.

 

Tujuan pembangunan dijabarkan jelas hingga sampai pada setiap pegawai. Target dibuat terukur, peran dinas diperjelas, dan kerja sama antardinas diperkuat serta diperluas, baik di tingkat provinsi, pusat, hingga swasta atau elemen masyarakat. Semua dipantau melalui aplikasi Sistem Akuntabilitas Daerah yang Terintegrasi (SADAYA) dan dievaluasi setiap tiga bulan.

 

Hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki rencana tahun berikutnya, disertai penghargaan bagi yang berhasil dan konsekuensi bagi yang kurang. Laporan kinerja transparan, membandingkan target dengan capaian, melihat kemajuan tahunan, serta menganalisis faktor keberhasilan atau kegagalan. Masyarakat dapat mengaksesnya langsung di website resmi Kota Bogor tanpa login.

 

Dedie Rachim menyampaikan, bahwa Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Bogor termasuk dalam kategori tinggi di Indonesia. Sehingga dengan nilai itu berbanding lurus dengan peningkatan SAKIP setiap tahun.

 

"Maka Pemkot terus memperkuat pengaplikasian SAKIP sebagai bagian integral dari tata kelola pemerintahan dan perangkat daerah harus konsisten untuk menjalankan program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui sistem pemerintahan yang sudah dibangun ini," ungkap Dedie Rachim.

 

Sehingga perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan dalam tata kelola pemerintahan ini mencerminkan berbagai praktik baik yang tujuannya untuk masyarakat.

 

"Pengentasan kemiskinan, peningkatan indeks pembangunan manusia, peningkatan harapan hidup masyarakat, penurunan pengangguran, penurunan angka putus sekolah yang kemudian semua itu dicek sesuai dengan kondisi lapangan lalu dievaluasi untuk peningkatan kinerja ke depan dan kebermanfaatan kepada masyarakat lebih luas lagi," ucapnya.

 

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan I, Akhmad Hasmy, memberikan apresiasi atas berbagai upaya, terobosan, dan inovasi yang dilakukan Pemkot Bogor.

 

"Diskusi di Kota Bogor ini selalu menarik. Dan Jawa Barat ini kami anggap sebagai barometer nasional. Ketika Jawa Barat bisa, yang lain pasti mengikuti. Seperti apa yang kami lihat di Kota Bogor, terus menghasilkan progres yang baik dari apa yang diupayakan oleh KemenPANRB," ujarnya.

 

Dalam mengaplikasikan SAKIP, Kota Bogor mampu memberikan hasil yang optimal. Sehingga dari berbagai capaian yang dirasakan oleh masyarakat, Kota Bogor sudah lebih baik.

 

"Dari berbagai daerah, Kota Bogor termasuk yang capaiannya bagus dibanding daerah lain. Bagaimana Kota Bogor memiliki visi yang memang kehadiran pemerintah itu untuk itu. Yang membedakannya adalah cara mencapainya. Dan Kota Bogor memiliki berbagai program terobosan yang inovatif," ungkapnya.

 

Ia berharap berbagai capaian itu juga selanjutnya dituangkan dalam dokumen perencanaan dan data yang lebih detail untuk selanjutnya bisa ditingkatkan.

Tutup