Selamat Datang Bogorian!

Dedie Rachim Pastikan Penataan Kota Bogor Berjalan, PKL hingga Parkir Liar Ditertibkan

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim meminta kepada perangkat daerah di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk melakukan berbagai penataan agar tidak ada lagi kekumuhan dan kesemrawutan di Kota Bogor.

 

"Pokoknya hal-hal seperti itu tidak boleh ada lagi di Bogor. Semua, ya, apapun itu. Kita harus dukung gerakan yang sudah dicanangkan Presiden, yaitu gerakan ASRI, Aman, Sehat, Resik, Indah," tegas Dedie Rachim saat memimpin apel di Balai Kota Bogor, Senin (24/8/2026).

 

Penataan ini harus terus dilakukan, mulai dari penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di badan jalan dan pedestrian yang sering kali menyebabkan timbulan sampah. Selanjutnya juga dilakukan bersih-bersih lingkungan melalui korve, membersihkan sungai, saluran air, termasuk penertiban reklame dan parkir liar.

 

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, perangkat daerah di wilayah kelurahan, kecamatan, serta dinas yang telah melaksanakan tugas dengan baik untuk dipertahankan dan ditingkatkan.

 

Selain itu, Dedie Rachim juga meminta angkutan umum yang ngetem di sembarang tempat untuk diberikan sanksi.

 

"Kita tidak ingin ada lagi kesemrawutan-kesemrawutan, kekumuhan ini terus terjadi karena ketidakpatuhan terhadap aturan, terutama para pengemudi yang bertolak belakang dengan semangat Kota Bogor," ujarnya.

 

Untuk penataan Pedagang Kaki Lima, Dedie Rachim menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan relokasi ke beberapa pasar, seperti Pasar Bersih Jambu Dua dan Pasar Sukasari. Namun, masih saja ada pedagang yang membandel.

 

Di samping itu, untuk penataan di beberapa titik Pedagang Kaki Lima, pihaknya juga sudah membuat konsep penataan.

 

"Kita berusaha bertahap memberikan solusi untuk pedagang kaki lima. Ada solusi untuk wilayahnya, ada solusi untuk pengusaha nanti yang bisa menempati, berusaha, dan ada kenyamanan di situ. Termasuk juga kita akan tata ulang, termasuk di Jalan MA Salmun, Nyi Raja Permas, Merdeka, Pasar Anyar, Dewi Sartika. Semua sudah ada gambarnya dan sudah dibahas," ungkapnya.

 

Ia memastikan keberlanjutan penataan di Kota Bogor terus dilaksanakan dengan penuh semangat.

Tutup