Balai Kota Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebutkan bahwa bicara kemiskinan tidak terlepas dari data, keadilan, dan mentalitas.
Hal ini disampaikannya saat hadir sebagai narasumber dalam konferensi studi lokal Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Bogor yang mengangkat tema 'Menelaah Kemiskinan di Kota Bogor'.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa kemiskinan hampir menjadi persoalan semua daerah. Menurutnya, persoalan kemiskinan di Indonesia kerap kali hanya muncul dalam data, sementara dalam realitanya belum tentu demikian.
“Bicara kemiskinan, persoalan utamanya adalah keadilan dan mentalitas. Selain itu, jika berbicara terkait permasalahan, yang paling penting dan utama adalah data. Masalah data adalah masalah kita. Banyak orang memiliki mentalitas kuat sehingga mampu bertahan dan berhasil dalam hidup. Namun, tidak sedikit juga yang sebaliknya,” kata Dedie Rachim di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Jumat (5/12/2025).
Dedie Rachim mengungkapkan bahwa penerima Program Keluarga Harapan (PKH) bisa berbeda dengan penerima BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran), penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Profil penerima bantuan tersebut pun belum tentu termasuk kategori miskin ekstrem.
Sebagai contoh, di Kota Bogor ada 3.000 warga yang secara riil tempat tinggalnya kurang layak. Secara data, mereka bisa masuk ke desil 3 atau 4, namun tidak bisa menerima atau mengakses bantuan, karena mereka dititipkan STNK dan BPKB kendaraan majikannya untuk menghindari pajak progresif atas kendaraan lainnya.
Dampaknya, saat dilakukan kroscek menggunakan aplikasi Solid untuk menentukan penerima bantuan, mereka tidak dapat menerima bantuan karena terdeteksi memiliki kendaraan.
Ilustrasi lainnya, pada saat pandemi Covid-19, pendataan bantuan untuk pelaku UKM juga ditemukan sejumlah warga dengan profesi yang sebenarnya tidak berhak menerima bantuan.
“Data yang berubah dan tidak valid akan berdampak pada pemberian bantuan. Perubahan data tersebut mengubah turunan aplikasi, program, dan kegiatan, sehingga tidak lagi tepat dalam menyasar orang yang memerlukan bantuan. Persoalan yang dihadapi bisa jadi adalah miskin secara mentalitas,” tegas Dedie Rachim.
Di akhir penyampaiannya, Dedie Rachim memberikan motivasi kepada para mahasiswa untuk menghargai dan menghormati perjuangan serta pengorbanan orang tua dalam membiayai pendidikan.
Email Pengaduan
Balai Kota Bogor
Whatsapp Kota Bogor
Berita Terbaru
Pesan Dedie Rachim dalam Kick Off Meeting Rencana Bisnis 2026 BPR Bank Kota Bogor
Koperasi di Kota Bogor Terima Akta Badan Hukum
Pemkot Akan Tata Ulang Kawasan Bogor Tengah
Lantik 12 Pejabat, Dedie Rachim: Berikan Layanan Terbaik untuk Masyarakat Kota Bogor