Selamat Datang Bogorian!

Kolaborasi Pemkot Bogor dengan Yayasan dan GSJA Betlehem, Perkuat Penanganan Stunting

Puluhan anak di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, mendapatkan bantuan makanan tambahan dari Yayasan Harapan Bangsa Lentera Mandiri bersama pengurus Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Betlehem.

 

Mereka menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam upaya penanganan stunting di Kota Bogor.

 

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di GSJA Betlehem, Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (30/6/2026).

 

"Ini kali kesekian Kota Bogor mendapat perhatian dari para donatur dan dermawan yang juga fokus bergerak di bidang pengentasan, penurunan, dan pencegahan stunting," ujar Jenal Mutaqin.

 

Yayasan Harapan Bangsa Lentera Mandiri dan GSJA Betlehem, lanjut Jenal Mutaqin, selama ini juga telah berkiprah dalam memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya balita dan anak-anak di sekitar wilayah kelurahan.

 

"Termasuk hari ini ada 30 balita yang mendapat bantuan. Program ini sudah berjalan sejak 2017, sehingga menjadi ikhtiar dan syiar yang kuat bahwa Kota Bogor serius dalam penanganan stunting. Upaya ini tidak hanya dilakukan oleh Pemkot, tetapi juga didukung oleh berbagai pemangku kepentingan yang peduli dan konsisten," tuturnya.

 

Jenal Mutaqin juga menyampaikan bahwa Kota Bogor telah memiliki aplikasi Bogor Bebas Stunting (Besti). Melalui aplikasi tersebut, para donatur dapat memantau langsung perkembangan anak yang mendapatkan pendampingan.

 

"Anak-anak yang dibantu selama ini dapat dipantau perkembangan berat badan, status gizi, lingkar kepala, hingga tinggi badannya. Mereka bisa melihatnya melalui telepon genggam masing-masing setelah kami berikan akun," jelasnya.

 

Dengan intervensi tersebut, Jenal Mutaqin berharap jumlah anak yang berhasil keluar dari kondisi stunting terus meningkat, sekaligus menekan munculnya kasus stunting baru.

 

"Kita berharap tidak ada lagi kasus stunting baru. Karena itu dibutuhkan partisipasi dan laporan dari lurah, para kader, serta Bunda Peduli Stunting agar aktif menjemput bola dan melaporkan," katanya.

 

Di tempat yang sama, Pembina Yayasan Harapan Bangsa Lentera Mandiri, Arif Mufti, mengatakan pihaknya optimistis anak-anak Kota Bogor memiliki harapan besar untuk masa depan.

 

"Melalui program ini kami percaya bahwa upaya pencegahan stunting dan pemenuhan gizi bukan hanya soal pemberian makanan tambahan, tetapi juga membangun kesadaran orang tua tentang pola asuh yang baik," tegasnya.

 

Selain pemberian bantuan makanan tambahan, kegiatan juga diisi dengan talk show yang menghadirkan para narasumber. Hal itu dilakukan agar pesan mengenai pentingnya gizi dan pola asuh dapat tersampaikan secara langsung kepada para orang tua.

 

"Ketika nutrisi dan pengasuhan berjalan secara optimal, anak-anak akan tumbuh lebih kuat dalam menghadapi masa depan. Kami menyadari keberhasilan program ini tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari semua pihak," tutupnya.

Tutup