Balai Kota Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Kota Bogor resmi memulai langkah strategis untuk memperkuat posisinya sebagai Kota Gastronomi melalui pembentukan Forum Bogor Kota Gastronomi.
Forum ini dibentuk sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku industri kuliner, dan masyarakat dalam mengangkat potensi kuliner lokal yang kaya akan rasa, sejarah, dan tradisi. Melalui forum ini, citra Kota Bogor sebagai destinasi kuliner unggulan diharapkan semakin kuat dan terarah.
Pembentukan forum tersebut juga sejalan dengan upaya Kota Bogor untuk memperoleh pengakuan sebagai City of Gastronomy dari UNESCO.
Sebagai kota yang memiliki kekayaan kuliner tradisional, Kota Bogor memiliki keunggulan strategis yang membedakannya dengan daerah lain. Selain keberagaman kuliner, Bogor juga menjadi rumah bagi IPB University yang memiliki fokus pada riset dan pengembangan di bidang pangan. Keberadaan IPB University menjadi penguat keterhubungan antara ilmu pengetahuan, inovasi, dan praktik kuliner di masyarakat.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa penguatan kuliner Bogor tidak hanya berbicara tentang rasa atau popularitas, tetapi juga pentingnya membangun narasi yang tepat.
“Penguatan kuliner Kota Bogor tidak cukup hanya berbicara soal rasa atau popularitas. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun narasi yang tepat, karena narasi inilah yang akan membungkus, menjelaskan, sekaligus memberi makna pada kuliner Bogor sebagai bagian dari identitas kota," ujar Dedie Rachim di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (4/2/2026).
Ia menambahkan, ketika narasi dibangun dengan baik, kuliner tidak hanya menjadi produk konsumsi, tetapi juga menjadi medium promosi budaya dan nilai.
Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif, Andy Ruswar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, berharap forum ini dapat berperan aktif dalam menghadirkan program-program nyata bagi penguatan ekonomi gastronomi di Kota Bogor.
“Kami berharap forum ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga berperan aktif dalam merumuskan program yang menghadirkan kegiatan nyata serta membangun jejaring yang produktif demi kemajuan ekonomi gastronomi Kota Bogor,” katanya.
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyatakan kesiapan IPB untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan Kota Bogor sebagai kota gastronomi.
“Ini merupakan peluang dan IPB siap tidak hanya menjadi mitra, tetapi juga sebagai co-creator untuk bersama-sama membangun kota gastronomi,” ungkapnya.
Menurutnya, Bogor tidak hanya dikenal sebagai kota dengan ragam kuliner, tetapi juga memiliki bahan baku dan sajian yang bernilai historis tinggi. Bahan pangan khas, seperti buah pala, kelapa kopyor, dan talas telah lama digunakan dalam sajian tradisional, baik makanan maupun minuman.
Bahan-bahan tersebut kini kembali dimanfaatkan oleh pelaku industri kuliner dan diminati masyarakat.
Selain itu, menu khas Bogor seperti Asinan Bogor, Doclang, dan Bir Kotjok telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2025. Keberadaan kuliner berbasis bahan autentik tersebut semakin memperkuat identitas Bogor sebagai destinasi wisata kuliner yang sarat sejarah dan cita rasa.
Sebagai langkah awal, Forum Bogor Kota Gastronomi telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dewan Kuliner Indonesia sebagai bentuk penguatan jejaring dan sinergi nasional.
Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidhar Wurjanto, menambahkan bahwa forum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen Kota Bogor sebagai pusat gastronomi.
“Forum ini merupakan langkah penting untuk memperkuat komitmen Kota Bogor sebagai pusat gastronomi yang tidak hanya dikenal karena makanan yang lezat, tetapi juga karena upaya melestarikan tradisi dan budaya kuliner serta memperkenalkan kuliner khas kota ini,” ucapnya.
Melalui Forum Bogor Kota Gastronomi, sejumlah inisiatif akan dikembangkan, antara lain:
• Promosi Citra Bogor sebagai Kota Gastronomi, melalui promosi dan penyelenggaraan kegiatan kuliner berkelanjutan berbasis gastronomi.
• Promosi dan Dokumentasi Kuliner serta Bahan Baku Lokal Berbasis Sejarah, melalui pendokumentasian resep, bahan baku, dan sejarah kuliner khas Bogor.
• Kolaborasi Akademisi dan Praktisi Kuliner, guna mendorong inovasi baru berbasis ilmu pangan dan praktik industri.
• Pengembangan Wisata Kuliner Berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat lokal serta memberikan pengalaman autentik bagi wisatawan.
Forum Bogor Kota Gastronomi merupakan inisiatif kolaboratif untuk memperkuat dan mempromosikan citra Bogor sebagai kota gastronomi di Indonesia serta menjadikan Kota Bogor sebagai destinasi kuliner unggulan nasional.
Forum ini menyatukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku industri kuliner besar, UMKM, pelaku street food, akademisi, hingga pemerintah dan masyarakat dalam mengangkat potensi kuliner lokal yang kaya sejarah dan beragam cita rasa.
Email Pengaduan
Balai Kota Bogor
Whatsapp Kota Bogor
Berita Terbaru
Kolaborasi Forkopimda dan Pemkot, Jumsih Sasar Jalan MA Salmun hingga Mayor Oking
Kota Bogor Perkuat Identitas Kota Gastronomi
Yantie Rachim Kunjungi Sekolah untuk Pastikan MBG Berjalan Optimal
Tugu Kujang Siap Direkomendasikan Jadi Cagar Budaya di Usia ke-50 Tahun