Balai Kota Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mendorong generasi muda di Kota Bogor untuk menciptakan ide kreatif dan inovasi. Sejalan dengan visi Kota Bogor yang ditetapkan sebagai Kota Sains Kreatif Maju Berkelanjutan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.
Di hadapan para peserta Seminar Bisnis dan Business Innovation Competition Genovate 2026 yang dilaksanakan oleh Universitas Terbuka (UT) Bogor melalui UKM Kewirausahaan di Gedung DPRD Kota Bogor, Dedie Rachim menyampaikan bahwa dinamika geopolitik global berdampak pada pasokan minyak dan gas di dalam negeri.
Sebab, Indonesia dan negara-negara lain tidak bisa terlepas dari konektivitas global sehingga akan selalu saling berhubungan.
"Dan saya mendengar langsung dari Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, bahwa memang saat ini dibutuhkan sebuah terobosan baru, bagaimana energi baru terbarukan ini bisa tercipta sebagai alternatif dari ketergantungan bangsa kita terhadap impor bahan bakar minyak dan gas," ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Melihat tantangan sekaligus peluang tersebut, Dedie Rachim berharap muncul inovasi-inovasi berupa ide kreatif mengenai energi baru terbarukan yang berasal dari Kota Bogor.
"Banyak hal yang bisa dilakukan, seperti misalnya charging station yang dihasilkan dari tenaga surya, tenaga hidro, maupun tenaga angin," ujar Dedie Rachim.
Ia menambahkan, hal tersebut bukanlah mustahil jika dilakukan melalui gagasan kreatif yang melahirkan inovasi. Berkaca dari negara-negara maju, para anak muda saling berkompetisi menciptakan hal baru untuk lima, sepuluh, bahkan hingga 20 atau 30 tahun ke depan.
"Mereka sudah bicara tentang robotics, mereka sudah bicara tentang microchip, mereka sudah bicara tentang bagaimana temuan-temuan baru, bukan hanya dari energi baru terbarukan, tetapi juga bagaimana menjadikan kehidupan manusia ke depan dimudahkan oleh ide-ide kreatif tersebut yang pada akhirnya dapat membantu masyarakat agar tidak bergantung pada satu negara saja," ujarnya.
Melalui ajang Genovate 2026 ini, Dedie Rachim meminta agar perguruan tinggi terus menggalakkan temuan-temuan baru kepada para mahasiswa.
"Jadi, paling tidak dari Bogor nanti ada temuan-temuan melalui kegiatan Genovate yang inovatif dan ke depan bisa diproduksi massal serta digunakan di dalam negeri," ucapnya.
Dalam kesempatan ini, Dedie Rachim juga mengajak generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan. Sebab, kondisi saat ini bukan lagi climate change, melainkan climate disaster.
Direktur Universitas Terbuka Bogor, Enang Rusyana, menyampaikan bahwa sinergi antara mahasiswa, universitas, dan pemerintah merupakan kunci utama untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.
"Dan Kota Bogor itu sudah mendukung kami sejak sebelum tahun 90-an. Bahkan sejak tahun 1991 sampai dengan saat ini, Kota Bogor selalu memberikan beasiswa untuk para mahasiswa di Bogor," ujarnya.
Ke depan, lanjutnya, mahasiswa kewirausahaan UT Bogor harus terus mampu menjalin kolaborasi yang kuat.
"Kami yakin para siswa yang hadir di sini hari ini adalah pemuda-pemuda yang cerdas dan kreatif. Sementara yang lain mungkin menghabiskan waktu liburan, mereka justru memilih berkumpul di sini dalam kegiatan yang luar biasa ini," ucapnya.
Ia berharap dari kegiatan ini dapat menghasilkan berbagai ide, gagasan, dan inovasi yang nantinya dapat ditindaklanjuti menjadi produk maupun kegiatan produktif yang dapat dilombakan di tingkat nasional.
Email Pengaduan
Balai Kota Bogor
Whatsapp Kota Bogor
Berita Terbaru
Lewat Genovate 2026, Dedie Rachim Dorong Ide Kreatif dan Inovasi Mahasiswa
Wujud Harmoni dan Keberagaman dalam Dharma Shanti di Balai Kota
Pemkot Bogor Terapkan WFH Setiap Jumat, Dorong Efisiensi Anggaran dan Energi
Yantie Rachim Ajak Perempuan Pahami Perimenopause Secara Bijak