Selamat Datang Bogorian!

Milangkala Tatar Sunda Bawa Dampak Positif bagi Ekonomi Kota Bogor

Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang berlangsung di Kota Bogor berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, Jumat (8/5/2026).

Antusiasme warga yang tumpah ruah menyaksikan Milangkala Tatar Sunda yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi berkah bagi para pedagang di sekitar lokasi kegiatan.

Hilir mudik pedagang asongan turut meraup keuntungan. Bahkan, para pelaku usaha yang membuka stan sementara dan menjual berbagai makanan, minuman, serta kuliner lainnya juga ikut merasakan peningkatan penjualan.

Tidak hanya itu, pertunjukan atraksi seni budaya tersebut juga menjadi magnet positif bagi sektor akomodasi di Kota Bogor, termasuk industri perhotelan.

Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi angin segar bagi sektor perhotelan.

PHRI berharap kegiatan budaya seperti ini dapat menjadi salah satu atraksi wisata yang mendorong masyarakat dari luar Bogor untuk datang, menginap, berwisata, sekaligus menyaksikan helaran budaya di Kota Bogor.

"Kami sangat mengapresiasi dan bangga Kota Bogor menjadi salah satu kota yang menjadi rangkaian kegiatan ini," ujarnya.

Salah seorang penjual es teh, Danu, mengatakan bahwa dirinya merupakan pekerja serabutan yang sengaja datang untuk mencari tambahan penghasilan dengan berjualan saat acara berlangsung.

"Kalau sehari-hari saya serabutan, tapi karena ada acara ini saya jualan es teh. Alhamdulillah laku. Satu papan isi sembilan gelas, ini sudah tiga kali balikan, alhamdulillah," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan yang diselenggarakan di Kota Bogor dapat membantu menambah penghasilan masyarakat kecil.

"Karena kalau ada acara saya memang jualan es. Jadi ada tambahan buat dapur. Kalau serabutan kan tidak menentu, kalau ini minimal dua papan laku," ucapnya.

Hal serupa juga dirasakan Tuti, salah seorang penjual di kawasan Jalan Surya Kencana. Menurutnya, membludaknya masyarakat yang datang berdampak langsung terhadap peningkatan penjualan.

"Tadi sesudah Magrib sudah laku setengah sosis ini. Harapannya habis semua, tinggal sedikit lagi. Alhamdulillah, kalau ada acara ramai begini banyak yang beli," ucap Tuti.

Sebagai informasi, kirab budaya ini dimulai dari Museum Pajajaran, Batutulis, melintasi Jalan Siliwangi hingga berakhir di kawasan Jalan Surya Kencana.

Kegiatan ini diikuti berbagai kampung adat, di antaranya Gelaralam, Sinarresmi, Ciptamulya, Naga, Urug, Kuta, Dukuh, Cigugur, Cikondang, Pulo, Cireundeu, Miduana, Cikalong, dan Galuh.

Selain itu, kirab budaya juga dimeriahkan oleh barisan kesenian tamu dari berbagai provinsi, seperti Ondel-ondel dari DKI Jakarta, Rampak Bedug dari Banten, Kenthongan dan Calung dari Jawa Tengah, serta Seni Umbul dan Kuda Lumping dari Jawa Tengah.

Sementara itu, kesenian dari kabupaten/kota di Jawa Barat turut memeriahkan kirab, di antaranya Tari Payung Kota Bogor, Gapura Hyang Kabupaten Bandung Barat, Tari Topeng Cisalak Kota Depok, Tari Topeng Bekasi Kabupaten Bekasi, Tari Topeng Kota Cirebon, Ngarak Barong Kota Bekasi, hingga Kuda Renggong dari Kabupaten Sumedang.

Tutup