Balai Kota Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim, menegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Hal tersebut disampaikannya saat melantik Pengurus Kelompok Kerja Pendidikan Anak Usia Dini (Pokja PAUD) Kota Bogor yang berlangsung di Ruang Rapat Budi Utomo Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jalan Raya Pajajaran, Kota Bogor, Senin (23/2/2026).
Yantie Rachim menyampaikan bahwa amanah yang diemban oleh Pengurus Pokja PAUD bukan sekadar tugas organisasi, melainkan tanggung jawab strategis dalam menentukan arah tumbuh kembang generasi masa depan Kota Bogor.
“Sebanyak 90 persen perkembangan otak manusia terjadi sebelum anak berusia enam tahun. Artinya, apa yang kita berikan pada anak-anak di usia emas akan menentukan siapa mereka kelak, bukan hanya sebagai individu, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat. Inilah mengapa PAUD bukan program biasa, PAUD adalah fondasi,” ujar Yantie Rachim.
Menurutnya, Pokja PAUD memiliki peran penting dalam menyatukan langkah dan visi untuk mewujudkan layanan PAUD yang bermutu dan inklusif bagi seluruh anak usia dini di Kota Bogor.
Ia menjelaskan bahwa kualitas layanan, metode pembelajaran, serta kompetensi pendidik harus terus ditingkatkan, disertai komitmen memastikan tidak ada anak yang tertinggal atau tidak mengenyam pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Yantie Rachim juga memaparkan empat fokus utama yang harus menjadi perhatian Pokja PAUD Kota Bogor, yakni pemerataan akses layanan PAUD, peningkatan kualitas pendidik, penguatan pengasuhan keluarga, serta penguatan gerakan masyarakat peduli PAUD.
“Ini menjadi PR kita bersama, bagaimana mengajarkan anak-anak untuk mampu mengelola emosinya sejak dini. Ketika mereka tumbuh dan menghadapi kejenuhan belajar, mereka sudah memiliki kemampuan mengalihkan diri ke hal-hal yang positif. Melalui pelantikan Pokja PAUD ini, mari kita bekerja dengan hati dan semangat kebersamaan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa kekuatan utama dalam pengembangan PAUD terletak pada kolaborasi antara Pokja PAUD, pemerintah daerah, satuan PAUD, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidik PAUD menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
“Dari sekitar 1.700 guru PAUD di Kota Bogor, kurang lebih 700 orang masih berpendidikan SMA. Tentu ini belum cukup untuk memberikan pendidikan yang optimal. Oleh karena itu, upaya kami adalah memberikan beasiswa S1 bagi 70 guru PAUD,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa angka partisipasi PAUD di Kota Bogor terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, angka partisipasi PAUD mencapai 74,9 persen.
“Dengan dilantiknya Pengurus Pokja PAUD ini, kami berharap sinergi dengan kader Posyandu dan pelaksana SPM semakin kuat, sehingga angka partisipasi PAUD dapat terus meningkat dan angka putus sekolah dapat ditekan,” pungkasnya.
Email Pengaduan
Balai Kota Bogor
Whatsapp Kota Bogor
Berita Terbaru
Pelantikan Pokja PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim Ingatkan Peran Strategis Pendidikan Usia Dini
Ngabuburit Penuh Toleransi di Pulo Geulis
Dedie Rachim Sambut Inisiatif Promosi Pendidikan Internasional untuk Pelajar
Respon Keluhan Warga, Dedie Rachim Tinjau Proyek Gene Bank Indonesia