Selamat Datang Bogorian!

Pemkot Bogor Perkuat Pengelolaan Pendidikan Berbasis Data Lewat NAKULA

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, meluncurkan aplikasi Navigasi Komprehensif untuk Layanan Analisis Pendidikan (NAKULA) di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (28/10/2026).

 

Aplikasi ini dikembangkan untuk mengintegrasikan data pendidikan dalam satu platform guna mendukung perencanaan program dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

 

NAKULA dilengkapi fitur analisis berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu memetakan kebutuhan pendidikan di Kota Bogor.

 

Data yang dikelola mencakup profil peserta didik, tenaga pendidik, serta kondisi sarana dan prasarana sekolah. Selain itu, aplikasi ini mendukung penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta program Jaga Teman sebagai bagian dari upaya pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan.

 

Dalam arahannya, Denny Mulyadi mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Dinas Pendidikan Kota Bogor tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital perlu diiringi dengan komitmen untuk menjaga keberlanjutan aplikasi, termasuk melalui pemeliharaan sistem dan pemutakhiran data secara berkala.

 

“Aplikasi-aplikasi yang dibuat itu jangan ditinggalkan, terus dipelihara, terus di-update, terutama data, sehingga informasi yang dibutuhkan pimpinan sudah update dan real-time,” ujar Denny Mulyadi.

 

Ia juga mendorong agar NAKULA dapat diintegrasikan dengan aplikasi lain di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan data sekaligus menghindari penginputan data secara berulang.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menjelaskan bahwa NAKULA tidak hanya berfungsi sebagai platform penghimpun data, tetapi juga menyediakan fitur analisis untuk mendukung pemantauan kondisi sekolah, profil dan kinerja guru serta kepala sekolah, hingga kondisi peserta didik.

 

Menurutnya, pemanfaatan data tersebut diharapkan dapat membantu satuan pendidikan mengidentifikasi kebutuhan dan menentukan langkah yang sesuai untuk meningkatkan mutu pembelajaran serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

 

“Harapan saya, guru BK dan kepala sekolah bisa memanfaatkan aplikasi ini semaksimal mungkin untuk menciptakan sekolah yang benar-benar nyaman dan aman buat anak,” ungkap Herry.

 

Ia berharap seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, dapat memanfaatkan NAKULA secara optimal. Dengan demikian, data yang tersedia dapat menjadi salah satu dasar dalam menyusun perencanaan program, melakukan evaluasi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kota Bogor.

Tutup