Selamat Datang Bogorian!

Rapim Pemkot Bogor, Evaluasi Penanganan Kebakaran TPAS Galuga dan Rencana Pembangunan Kota

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan, penanganan kebakaran TPAS Galuga bukanlah persoalan mudah. Kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi jajaran Pemkot Bogor untuk memperkuat kesiapsiagaan, melihat berbagai kemungkinan kondisi darurat (kontingensi), serta mempersiapkan langkah mitigasi ke depan.

 

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang dirangkaikan dengan evaluasi penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga serta rencana penataan dan pembangunan Kota Bogor.

 

Menurut Dedie Rachim, kebersamaan dan soliditas seluruh jajaran Pemkot Bogor menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai kondisi yang terjadi.

 

“Penanganan yang dilakukan tidak mudah dan ini menjadi pembelajaran bagi kita untuk menjaga kebersamaan menghadapi kondisi yang ada ke depan. Selanjutnya, kita harus mempersiapkan langkah antisipasi serta mitigasi. Pekerjaan rumah yang ada cukup banyak, tidak hanya sarana dan prasarana, tetapi juga tata kelola harus diperhatikan,” kata Dedie Rachim di Ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat (18/9/2026).

 

Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Rudy Mashudi memaparkan perkembangan penanganan kebakaran TPAS Galuga yang telah memasuki hari ke-11.

 

Paparan dimulai dari kondisi eksisting TPAS Galuga sebelum kejadian kebakaran, kronologi awal kebakaran pada Senin (7/9/2026), hingga berbagai upaya penanganan, mulai dari penyemprotan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), pemadaman melalui water bombing, hingga proses pendinginan dengan pengangkatan dan penguraian tumpukan sampah menggunakan alat berat.

 

Selain itu, deteksi titik panas dilakukan menggunakan bantuan drone geothermal untuk memastikan penanganan titik panas dapat dilakukan secara lebih efektif.

 

Rudy mengatakan, pemantauan masih terus dilakukan selama 10 hari ke depan, patroli tetap dilaksanakan untuk memastikan kondisi lapangan terpantau serta mengantisipasi kemungkinan munculnya titik panas baru.

 

Salah satu evaluasi dalam penanganan awal kebakaran, kata Rudy, adalah kendala sumber air dan keterbatasan jangkauan selang pemadam menuju titik awal kebakaran.

 

Evaluasi lainnya berkaitan dengan kebutuhan penguatan sarana dan prasarana pendukung di TPAS Galuga, termasuk peralatan pemadaman, teknologi pendeteksi panas, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi kondisi kebencanaan.

 

“Dalam 10 hari ke depan akan dilaksanakan patroli bersama, pendinginan area, serta pemantauan udara menggunakan drone. Koordinasi dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terus dilakukan,” ujarnya.

Tutup