Selamat Datang Bogorian!

SDN Cimahpar 5 Bertransformasi, Gedung Baru Dukung Kualitas Pembelajaran

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cimahpar 5 Kota Bogor yang sebelumnya dijadikan lokus Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 dan Peluncuran Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) oleh Presiden Prabowo, menjadi percontohan revitalisasi sekolah oleh pemerintah pusat melalui swakelola pada tahun 2026.

 

Setelah revitalisasi selesai dilaksanakan oleh pemerintah pusat, bangunan SDN Cimahpar 5 kini menjadi lebih representatif dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

 

Hasil pembangunan swakelola yang menggunakan anggaran pemerintah pusat ini ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, didampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Rabu (10/6/2026).

 

Menko PMK, Pratikno, mengatakan bahwa revitalisasi dan rehabilitasi sekolah merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

 

"Ini merupakan perintah Bapak Presiden bahwa SDM unggul harus terus ditingkatkan, baik kualitas kesehatan maupun pendidikan. Nah, di bidang pendidikan ini banyak sekali programnya," ujar Pratikno.

 

Pembangunan yang didanai pemerintah pusat tersebut dilaksanakan melalui swakelola oleh panitia lokal dengan pengawasan dari Kemendikdasmen, Pemerintah Kota Bogor, serta pihak terkait lainnya.

 

"Dan ini luar biasa. Dengan anggaran itu sudah terjadi peningkatan, yang tadinya satu lantai menjadi dua lantai dan hasilnya sudah bagus. Jadi sekali lagi, ini adalah bagian dari upaya Bapak Presiden untuk meningkatkan SDM yang berkualitas," ucapnya.

 

Dengan gedung baru ini, diharapkan tidak hanya sarana dan prasarana yang meningkat, tetapi juga kualitas pendidikan melalui proses belajar mengajar yang lebih baik.

 

Kepala SDN Cimahpar 5, Iim Rohimah, mengatakan bahwa sebelum mendapatkan bantuan revitalisasi, sekolah tersebut hanya memiliki lima ruang kelas. Selain itu, kondisi atap bangunan juga terlalu rendah, sehingga sirkulasi udara kurang mendukung.

 

"Alhamdulillah, tahun lalu saat kunjungan Bapak Presiden Prabowo, kami mendapatkan bantuan dana revitalisasi. Dengan bantuan tersebut, bangunan yang sebelumnya hanya satu lantai kini menjadi dua lantai. Ada tambahan lima ruang kelas baru di lantai dua. Adapun ruang kelas di lantai bawah juga direhabilitasi," ujar Rohimah.

 

Selain ruang kelas, berbagai fasilitas dan ruang penunjang lainnya turut direvitalisasi.

 

"Total ruang kelas saat ini menjadi sembilan ruang kelas, terdiri dari lima ruang kelas baru di lantai dua dan empat ruang kelas di lantai satu. Kebetulan kami memiliki sembilan rombongan belajar (rombel), sehingga sembilan ruang kelas ini sudah mencukupi," ungkapnya.

Tutup