Balai Kota Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Semangat dan optimisme terpancar dari senyum serta teriakan para peserta Program Mahasiswa Mengajar dari Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun Bogor saat mengikuti launching dan pembekalan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Graha Pakuan Siliwangi, Kampus Universitas Pakuan, Senin (20/7/2026).
Program Mahasiswa Mengajar Tahun Ajaran 2026/2027 ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan Universitas Pakuan dan Universitas Ibn Khaldun Bogor.
"Yes bisa jadi guru, senang banget aku bisa ngajar," teriak salah satu mahasiswi sambil merangkul mahasiswi lainnya.
Mahasiswi Universitas Pakuan asal Banten, Sifaul Husni (19), mengatakan menjadi guru merupakan cita-citanya sejak kecil.
Sifa yang saat ini menjalani pendidikan semester 4 di Universitas Pakuan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mengaku tidak menyangka bisa lolos mengikuti Program Mahasiswa Mengajar.
"Jadi awalnya itu dari dekan kemudian kepada prodi ada pemberitahuan informasi tentang program ini. Terus aku daftar mengajukan diri, Alhamdulillah diterima dan sekarang ikut pelatihan awal. Jadi program kampus bersama pemerintah ini sangat _worth it_ banget buat kita anak kampus," ucapnya.
Ia berharap, dengan mengikuti kegiatan ini dapat membantu pendidikan di Kota Bogor.
"Karena saya juga kan merantau ke sini, harus juga memberikan manfaat. Dan ini juga menjadi bekal tambahan bagi kita untuk menambah wawasan sebagai calon-calon guru ke depan," ujarnya.
Menurutnya, menjalani profesi guru adalah sebuah panggilan hati untuk sesuatu yang mulia. Ia sedikit bercerita, bahwa, ayahnya pernah berpesan. Ada hal-hal yang harus dijalani, yaitu bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain.
"Dan saya sebagai perempuan juga harus bisa memberikan ilmu pengetahuan serta harus juga menjadi ibu rumah tangga," ucap Sifa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi mengatakan, pada tahap awal terdapat 135 peserta dari dua perguruan tinggi yang akan mengikuti Program Mahasiswa Mengajar.
Nantinya, para mahasiswa akan membantu mengisi kekurangan guru yang saat ini mencapai 650 orang.
"Mahasiswa ini akan mengajar, membantu mengajar, membantu guru-guru, selama 6 bulan, dari bulan Juli ini sampai dengan bulan Desember. Akan tersebar di 22 Sekolah Menengah Pertama dan 63 Sekolah Dasar," ujarnya.
Ia menjelaskan, awalnya Kota Bogor membutuhkan 850 guru. Jumlah tersebut berkurang setelah adanya pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 200 orang. Sehingga saat ini kebutuhan guru di Kota Bogor menjadi 650 orang.
Sementara itu, proses pengangkatan guru tidak dapat dilakukan pemerintah daerah, karena harus melalui pemerintah pusat.
Dengan adanya program ini, para mahasiswa akan membantu proses pembelajaran dan mendidik anak-anak sesuai dengan bidang ilmu masing-masing.
"Ada yang dari PGSD, PGSMP, MIPA, Bahasa, dan sebagainya. Meski program ini tidak permanen, tapi ini solusi cepat untuk bisa bisa menangani masalah kekurangan guru," ujarnya.
Herry pun mengutip sebuah pepatah bahwa langkah kecil apa pun dapat dilakukan untuk kebaikan.
"Jadi lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Sehingga ini menjadi langkah kita dalam menghadapi tantangan ke depan termasuk kebutuhan guru yang juga dihadapi oleh berbagai daerah di Indonesia termasuk Kota Bogor," ujarnya
Ia berharap, kolaborasi ini dapat terus berlanjut untuk mendukung pendidikan Kota Bogor yang lebih baik ke depan.
Email Pengaduan
Balai Kota Bogor
Whatsapp Kota Bogor
Berita Terbaru
Sosialisasi Berehan, Permudah ASN Menabung untuk Berkurban
Pemkot Bogor Bakal Tata Jalan Paledang, Mayor Oking, dan MA Salmun
Ratusan Siswa SMP Tanam Pohon dan Bersihkan Kali Cipakancilan Paledang
Semangat Mahasiswi Ikuti Program Mahasiswa Mengajar Kota Bogor