Selamat Datang Bogorian!

Sinergi Pemkot Bogor dan Rumah Zakat, Yantie Rachim Apresiasi Hasil Intervensi Stunting

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor yang sekaligus Bunda Peduli Stunting Kota Bogor, Yantie Rachim mengapresiasi upaya penurunan angka stunting di Bogor Utara melalui kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Rumah Zakat. 

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri kegiatan Wisuda dan Penutupan Baduta Stunting Intervensi Rumah Zakat yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bogor Utara, Jalan Gagalur, Kota Bogor, Rabu (31/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Yantie Rachim juga menyerahkan bantuan kepada 28 keluarga atau Tim Pendamping Keluarga (TPK) Stunting di Bogor Utara.  

Yantie Rachim menyampaikan bahwa program bantuan yang dilakukan oleh Rumah Zakat selama enam bulan telah menunjukkan hasil positif dan layak menjadi contoh kolaborasi yang diperkuat di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

“Kegiatan memberikan bantuan kepada anak-anak yang stunting di setiap wilayah ini sudah beberapa kali saya lakukan ya. Dan ini sangat bagus, karena Bogor Utara bekerjasama atau berkolaborasi dengan Rumah Zakat,” ucapnya. 

Ia menyebut, keberhasilan intervensi stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah, namun membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Oleh karena itu, ia mendorong setiap wilayah di Kota Bogor untuk memiliki mitra pendukung serupa dalam upaya mengentaskan stunting.

“Saya mengimbau seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Bogor untuk punya mitra seperti ini, mereka harus aktif untuk mencari mitra yang bisa bersama-sama mengentaskan permasalahan wilayah termasuk stunting,” kata Yantie Rachim.

Yantie Rachim juga menekankan pentingnya memastikan kualitas nutrisi yang diberikan kepada anak stunting. Menurutnya, bantuan makanan tidak harus mahal, tetapi harus tepat dan bergizi.

Ia mengatakan bahwa makanan seperti telur, susu, tempe, tahu, sayuran, hingga lele dan ikan-ikanan dapat menjadi pilihan yang baik untuk mendukung pemenuhan gizi anak.

“Untuk bantuan yang diberikan itu saya selalu cek isinya apa saja, apakah memang itu memenuhi syarat, karena makanan-makanan yang diberikan untuk anak-anak stunting itu harus makanan bergizi,” jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bogor, Rudy Mashudi menyampaikan bahwa intervensi yang telah dilakukan Rumah Zakat menyasar 28 baduta stunting dengan pemantauan berkala. Dari jumlah tersebut, 16 anak dinyatakan lulus setelah mengalami peningkatan kondisi gizi.

“Rumah Zakat telah memberikan paket nutrisi, pendampingan, pemantauan serta edukasi gizi kepada orang tua. Kolaborasi ini merupakan sinergi bersama TPPS kota, kecamatan, kelurahan dan kader posyandu,” pungkas Rudy.

Tutup