Selamat Datang Bogorian!

Smartboard Bantuan Presiden Prabowo Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di SDN Cimahpar 5

Bantuan Smartboard Interactive Flat Panel (Smartboard IFP) dari pemerintah pusat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan bagi guru dan pelajar.

 

Hal tersebut dirasakan para guru dan siswa di SDN Cimahpar 5 yang telah menggunakan Smartboard IFP bantuan pemerintah pusat sejak satu tahun lalu, saat kunjungan Presiden Prabowo untuk meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) 2025.

 

Peningkatan kualitas pendidikan tersebut juga disaksikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) ke SDN Cimahpar 5, Kota Bogor.

 

Saat itu, seorang siswa bernama Destian mengacungkan tangan untuk maju ke depan dan melakukan percakapan dalam bahasa Inggris dengan para menteri.

 

"Jadi saya tunjuk tangan tadi, terus maju ke depan. Sedikit gugup juga diajak bicara bahasa Inggris," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

 

Destian mengaku mempelajari bahasa Inggris secara otodidak dengan memanfaatkan teknologi digital. Menurutnya, metode pembelajaran menggunakan Smartboard IFP lebih seru dan lebih mudah dipahami, karena memanfaatkan alat bantu digital.

 

"Enak, seru pakai layar digital itu. Lebih enak juga belajarnya," ucap Destian.

 

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa bantuan Smartboard dari pemerintah pusat yang diinisiasi Presiden Prabowo merupakan bagian dari upaya memberikan ruang adaptasi bagi siswa terhadap kemajuan teknologi.

 

"Tadi melalui Smartboard itu juga bisa dibuat piktogram. Itu kan membutuhkan sebuah media yang memadai. Alhamdulillah, bantuan dari Pak Presiden Prabowo, setelah satu tahun lalu beliau berkunjung ke sini, kemajuannya sudah cukup banyak. Peralatan ditambah, WC diperbaiki, ruang kelas ditambah, teknologi diperbarui," ujarnya.

 

Guru Kelas 4 SDN Cimahpar 5, Sabrina, menceritakan pengalamannya mengajar menggunakan Smartboard bantuan Presiden Prabowo. Menurutnya, perangkat tersebut membuat proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan materi lebih cepat diterima siswa.

 

"Anak-anak mudah paham, karena melihat gambar dan video, sehingga pembelajaran bisa tervisualisasi dengan baik. Jadi mereka senang menggunakan pembelajaran dengan IFP ini," ucapnya.

 

Selain itu, melalui Smartboard IFP terdapat berbagai fitur yang dapat diakses, di antaranya Ruang Guru, Ruang Murid, piktogram, dan berbagai fitur lainnya.

 

"Ini juga sebagai bentuk adaptasi bagi para murid. Kita memperkenalkan kemajuan teknologi dan perkembangan digital. Anak-anak juga jadi tahu bahwa digitalisasi teknologi bisa digunakan untuk pembelajaran dan harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif. Jadi, anak-anak bisa belajar dari Rumah Pendidikan," ujarnya.

Tutup