Balai Kota Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Seleksi mitra usaha pengembang dan pengelola Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua di delapan titik di Indonesia, termasuk Kota Bogor atau Bogor Raya 2, telah ditetapkan oleh Danantara melalui PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).
Seluruh tahapan persiapannya juga melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian ESDM, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah daerah.
Di Kota Bogor, persiapan PSEL Bogor Raya 2 yang berlokasi di Kelurahan Kayumanis, Kota Bogor, saat ini sudah sampai pada tahap pembukaan akses jalan dari Jalan Sholeh Iskandar, samping pintu tol, menuju akses lokasi.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, Kepala Dinas PUPR, Juniarti Estiningsih, perangkat daerah terkait, serta unsur wilayah meninjau langsung proses penyiapan akses jalan.
Dedie Rachim mengatakan, saat ini akses jalan yang sudah terhubung mencapai 1,65 kilometer.
"Iya, jadi akses jalan ini kita kerjakan berdasarkan alokasi anggaran rutin pemeliharaan. Karena memang kan ini sudah ada perencanaan sudah sejak lama. Untuk akses PSEL ini tentu kan harus kita pikirkan konstruksi jalannya seperti apa," ucap Dedie, Selasa (21/7/2026).
Setelah dilakukan pembukaan akses ini, selanjutnya akan dilakukan cut and fill serta rencana penyesuaian geometri jalan dan lanjutan pembangunan jalan dengan betonisasi. Jika nantinya diperlukan perluasan lahan, maka akan dilaksanakan pembebasan lahan sesuai ketentuan yang berlaku.
"(Untuk pembangunan jalan lanjutannya) kita akan adakan dua pendekatan. Yang pertama dari proses anggaran rutin untuk pemadatan dan lain sebagainya, satu lagi kita sudah lakukan juga proses lelang namun nilainya masih kecil, yang lain-lain nanti kita sesuaikan. Tapi Insyaallah di November itu paling tidak dari jalan Sholis sampai dengan ke lokasi di sini ya, ini sudah bisa diakses dengan baik ya. Nanti sambil berjalan, tentu nanti ada betonisasi, ada penguatan turap atau bronjong dan sebagainya itu bertahap," ungkap Dedie Rachim.
Dari sisi pola ruang dan pemanfaatan, keberadaan PSEL ini sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dituangkan ke dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), yang masuk ke dalam zona Wilayah Pelayanan (WP) C untuk program Waste to Energy.
Dedie Rachim menjelaskan bahwa kawasan ini dulunya merupakan TPA yang kemudian tidak aktif dan akan dijadikan lokasi pengolahan sampah serta pengolahan air limbah.
"Sekarang akan dibuat menjadi pengolahan sampah menjadi energi listrik ya, termasuk juga untuk IPAL skala kota di sini ya. Kemudian ada juga pengolahan sisa dari proses incinerator kita jadikan sebagai FABA plan namanya. Nanti sisanya itu bisa dijadikan kanstin, bisa dijadikan paving block, bisa dijadikan macam-macam produk yang dimanfaatkan oleh kebinamargaan pada umumnya," ujarnya.
Nantinya, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang, karena luas lahan mencapai lebih kurang 12 hektare. Termasuk keberadaan fasilitas olahraga.
Dedie Rachim menegaskan bahwa program ini juga didukung berbagai pihak di wilayah, mulai dari LPM, RT/RW, kelurahan, kecamatan, dan sebagainya untuk kepentingan bersama serta pelestarian lingkungan melalui pengolahan sampah dengan konsep waste to energy.
"Jadi, Insyaallah semuanya sudah baik, dengan niat baik dan sudah diterapkan di dunia. Jadi, Eropa, Jepang, Korea semuanya sudah pakai. Hanya Indonesia baru hari ini dan Bogor kebagian dua. Di Jepang saja bersih banget. Tokyo aja punya 22 PSEL," ucapnya.
Email Pengaduan
Balai Kota Bogor
Whatsapp Kota Bogor
Berita Terbaru
Cegah Kebocoran PAD, Jenal Mutaqin Lakukan Inspeksi di Mayor Oking
Tim Bogor Peduli Bencana Aceh-Sumatera Hadirkan Keceriaan Warga Lintang Bawah
Puluhan Angkot Terjaring Operasi di Jalan Kapten Muslihat
Bogor Rumah Ilmu: Dedie Rachim Dorong Mahasiswa Baru IPB Bangun Jiwa Entrepreneurship demi Masa Depan Indonesia