Balai Kota Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Jl. Ir. H. Juanda No. 10 Bogor
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim, sekaligus founder program Seribu Kata Positif (Serbukatif) dan Bogor Gerakan Untuk Lintas Generasi (Geulis) menegaskan pentingnya perhatian bersama terhadap kesehatan mental, pembinaan karakter, serta penguatan nilai positif bagi remaja.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Workshop Bogor Geulis yang berkolaborasi dengan SPEAK Indonesia, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Jalan Raya Pajajaran, Rabu (26/11/2025).
Yantie Rachim menyampaikan bahwa program Bogor Geulis serta Serbukatif dirancang sebagai respons atas berbagai tantangan perilaku remaja, khususnya yang dipengaruhi media sosial, gim, serta komunikasi negatif yang kerap diterima tanpa proses penyaringan.
“Kami concern karena keadaan remaja, jadi kami mencoba untuk mengurai dengan program Serbukatif. Dulu saat Covid kami membuat Ruang Belajar Online, memberikan handphone dan wifi gratis. Dari situ kepedulian itu berkembang hingga persoalan anak-anak putus sekolah,” ujar Yantie Rachim.
Ia menjelaskan bahwa perilaku agresif maupun kecenderungan bullying pada remaja sering muncul akibat lingkungan digital yang tidak sehat, termasuk interaksi kasar di dalam gim.
“Anak-anak sekarang menerima informasi secara mentah, termasuk ucapan tidak baik di game yang akhirnya mereka bawa ke pergaulan. Itu yang membuat saya menarik akar permasalahannya dan memulainya dari pencegahan lewat Serbukatif, semuanya dimulai dari kata-kata,” jelasnya.
Selain itu, Yantie Rachim menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilepaskan dari peran lintas generasi. Melalui Bogor Geulis, ia ingin menjembatani perbedaan pola pikir antara generasi muda dan generasi pendahulu agar tumbuh ruang komunikasi yang lebih baik.
“Saya ingin anak-anak Kota Bogor memiliki karakter yang baik. Dari keprihatinan melihat generasi kini sering dicap tidak baik atau baperan, kami tarik akarnya dan merumuskan Bogor Geulis,” paparnya.
Sementara itu, Direktur SPEAK Indonesia, Wiwit Heris Mandari, turut mengapresiasi kemampuan dan semangat para peserta workshop. Ia menilai pendekatan yang dilakukan dalam program Bogor Geulis telah sejalan dengan kebutuhan remaja di era digital, terutama dalam hal penguatan kesehatan mental dan karakter.
“Tadi kita melihat anak-anak yang mengikuti workshop Bogor Geulis, mereka cukup bagus. Saya rasa mereka bisa membuat perubahan di sekolah masing-masing. ‘Berani Menjadi Aku’ ini juga bagian dari mental health, yaitu membangun karakter,” ungkap Wiwit.
Ia menilai bahwa pendampingan bagi remaja sangat penting agar mereka tidak terseret arus informasi yang salah atau tidak sehat.
“Anak-anak sekarang betul-betul harus diarahkan karena begitu banyak informasi yang mereka terima berbeda dengan generasi sebelumnya. Program Serbukatif itu bagus sekali karena bagian dari solusi, dan saya pikir Duta perubahan juga sangat baik, karena mereka bisa menjadi fasilitator bagi teman-temannya,” jelasnya.
Wiwit menambahkan bahwa SPEAK Indonesia akan terus mendukung penguatan kapasitas para pelajar sebagai duta perubahan di sekolah masing-masing.
“Ini bagian dari mensupport pendidikan. Tidak ada artinya mereka pintar jika kesehatan jiwa dan mentalnya tidak kuat,” pungkasnya.
Email Pengaduan
Balai Kota Bogor
Whatsapp Kota Bogor
Berita Terbaru
Pemda Pekalongan Raya Dalami Pengelolaan Sampah Berbasis PSEL
Kolaborasi Forkopimda dan Pemkot, Jumsih Sasar Jalan MA Salmun hingga Mayor Oking
Kota Bogor Perkuat Identitas Kota Gastronomi
Yantie Rachim Kunjungi Sekolah untuk Pastikan MBG Berjalan Optimal