Selamat Datang Bogorian!

YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor bersama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Bogor menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai upaya memperkuat sosialisasi dan edukasi terkait kanker payudara dan serviks kepada masyarakat.

 

Penandatanganan kerja sama dilakukan Ketua YKI Kota Bogor, Yantie Rachim bersama Kepala LPP RRI Bogor, Nordiana, di Kantor LPP RRI Bogor, Jalan Pangrango, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (28/9/2026).

 

Yantie Rachim mengatakan kerja sama tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan bulan pemeriksaan gratis kanker payudara dan serviks yang akan digelar YKI Kota Bogor bersama Dinkes Kota Bogor.

 

Melalui kolaborasi dengan RRI Bogor, informasi terkait kegiatan tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas agar semakin mengetahui dan peduli terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara dan serviks.

 

“Alhamdulillah hari ini YKI Kota Bogor dan LPP RRI Bogor sudah melakukan penandatanganan kesepakatan dan berkolaborasi terkait penyiaran tentang kanker yang akan menyasar ke semua kalangan. Jadi tidak hanya melalui media sosial, melalui siaran di RRI Bogor bisa didengar masyarakat di wilayah lain,” kata Yantie Rachim.

 

Yantie Rachim menyebut, 19 Oktober diperingati sebagai Hari Kanker Payudara Sedunia. Untuk itu, sepanjang Oktober 2026, YKI Kota Bogor bersama Dinkes Kota Bogor akan menggelar pemeriksaan gratis kanker payudara dan serviks.

 

Puncak rangkaian kegiatan akan dilaksanakan pada 31 Oktober 2026 melalui kegiatan pink run bersama masyarakat sebagai bagian dari peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia.

 

Selain pink run, YKI Kota Bogor juga akan memberikan penghargaan kepada kecamatan yang memiliki capaian sasaran terbanyak dalam pelaksanaan deteksi dini kanker payudara dan serviks.

 

Yantie Rachim mengajak masyarakat, khususnya perempuan di Kota Bogor, agar tidak takut maupun ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini. Ia menegaskan pemeriksaan yang dilakukan merupakan pemeriksaan awal. Apabila ditemukan indikasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, masyarakat akan diarahkan untuk mendapatkan layanan sesuai prosedur.

 

“Saya ingin semua perempuan di Kota Bogor berani untuk memeriksakan kesehatan payudara dan serviks. Untuk payudara rentang usianya 20-69 tahun dan serviks 30-69 tahun. Untuk yang di bawah usia tersebut namun sudah menikah maupun sudah berhubungan, juga bisa melakukan pemeriksaan,” ujar Yantie Rachim.

 

Sementara itu, Kepala LPP RRI Bogor, Nordiana mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui penyiaran informasi mengenai kanker payudara dan serviks.


Menurutnya, RRI Bogor akan mendukung penyebarluasan informasi agar kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, semakin meningkat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini.

 

“Kita pasti mendukung dan kita harapkan masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan diri atau deteksi dini. Informasi yang kami terima akan lebih dimasifkan dan disosialisasikan, sehingga tujuannya masyarakat Kota Bogor, terutama para perempuan, sadar untuk memeriksakan diri lebih awal. Jika terdeteksi penyakit, bisa dilakukan pengobatan secara dini dan berkesinambungan hingga tuntas,” kata Nordiana.

Tutup