Beranda >

Berita > 25 Puskesmas dan 68 Kelurahan di Kota Bogor Jadi Lokasi Vaksin Booster


13 Januari 2022

25 Puskesmas dan 68 Kelurahan di Kota Bogor Jadi Lokasi Vaksin Booster

Penyuntikan vaksin booster Covid-19 di Kota Bogor dimulai, Kamis (13/1/2022). Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyediakan 25 Puskesmas dan 68 kelurahan untuk pelaksanaan vaksin dosis ketiga itu.

Vaksin booster di Kota Bogor untuk tahap awal ini diberikan kepada para warga lanjut usia (lansia) 60 tahun ke atas dan pelayan publik dengan menggunakan vaksin AstraZeneca.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno menuturkan, vaksinasi booster akan dilaksanakan secara bertahap sesuai urutan prioritas dan ketersediaan vaksin.

Untuk saat ini kata Kadinkes, prioritas sasaran untuk vaksin Covid-19 booster di Kota Bogor adalah lansia, kelompok masyarakat rentan (orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang menyebabkan daya tahan/imunitasnya rendah) dan pelayan publik.

Dia menyebutkan, saat ini ketersediaan vaksin AstraZeneca di Kota Bogor sebanyak 23.000 dosis. Berdasarkan ketersediaan vaksin di Kota Bogor tersebut, Vaksin Covid-19 booster untuk lansia akan dilaksanakan di 25 Puskesmas dan 68 kelurahan pada 13-15 Januari 2022.

"Pendataan dilakukan di wilayah. Informasi mengenai jadwal dan lokasi vaksin bisa didapatkan melalui puskesmas atau kelurahan setempat," jelasnya.

Sedangkan untuk pelayan publik akan dilaksanakan di sentra vaksin pada 14-15 Januari 2022. Pendaftaran secara kolektif per instansi dan akan dijadwalkan oleh Dinkes Kota Bogor.

"Vaksinasi booster berikutnya dijadwalkan sesuai ketersediaan vaksin," kata Kadinkes.

Syarat vaksinasi booster berusia di atas 18 tahun telah mendapat vaksin dosis 1 dan 2. Jarak antara vaksin dosis 2 dan booster adalah 6 bulan.

"Per tanggal 12 Januari 2022, jumlah sasaran yang sudah dapat diberikan vaksin booster sebanyak 112.349 orang dengan rincian lansia 34.698 orang, petugas publik dan masyarakat umum 77.651 orang," sebut Retno.

Peserta vaksin booster harus membawa kartu vaksin atau sertifikat vaksin dosis 2 untuk memastikan bahwa jarak dosis 2 sudah lebih dari 6 bulan. Peserta juga dapat memeriksa status vaksinasinya pada aplikasi Peduli Lindungi.

"Alur pelayanan vaksinasi booster sama dengan vaksinasi Covid-19 primer dosis 1 dan 2. Sebelum menerima vaksin booster sasaran harus melalui skrining terlebih dahulu sesuai dengan kartu kendali dosis booster. Setelah vaksinasi, peserta akan diobservasi selama 15 menit," katanya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Tanah Sareal, Masayu Rubianti menjelaskan, untuk hari ini penyuntikan vaksin booster sasaran pelayan publik dilakukan di Puskesmas Tanah Sareal dan sasaran lansia dilakukan di Kelurahan Tanah Sareal.

"Untuk lansia ada sekitar 700 sasaran. Pelaksanaannya mulai dari hari ini hingga Sabtu, kita bagi per RW. Hari ini RW 1 dan 2, RW 3, 4 dan 5 besok. Sisanya 6 dan 7 Sabtu," ujarnya.

Sementara untuk sasaran pelayan publik ASN hari ini ada sekitar 84 sasaran yang berasal dari Bappeda, BKAD, BKPSDM dan Asisten Pemerintahan, menghabiskan sisa dosis Pfizer.

"Infonya untuk ASN dan pelayanan publik lainnya mulai besok di 4 sentra vaksin. Targetnya selama 3 hari ini selesai karena minggu depan mulai dosis 2 usia 6-11 tahun," jelasnya.

Trisna Darmawijaya (70), warga Kelurahan Pabaton yang disuntik vaksin mengaku mengikuti anjuran pemerintah untuk membentuk herd immunity.

"Vaksinasi ini sudah diatur oleh pemerintah. Kita harus mengikuti dan percaya, pemerintah pasti melakukan yang terbaik untuk rakyatnya," katanya.

Dia mengaku sesudah di suntik vaksin pertama dan kedua hanya merasa lemas sebentar saja. Sama halnya saat disuntik vaksin booster.

"Sama saja sebenernya, cuma merasa lemas sebentar saja," akunya.(Prokompim).

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk