Beranda >

Berita > Koperasi dan UKM di "Coaching Clinic"


05 Juni 2017

Koperasi dan UKM di "Coaching Clinic"

Dari total sebanyak 800 koperasi yang ada di Kota Bogor, yang diketahui aktif dan tercatat di Dinas Koperasi dan UKM hanya terdapat 307. Begitu pun halnya dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) dari total yang terdaftar ada sebanyak 23.706, namun yang aktif dan tetap konsisten berbisnis hanya berjumlah 8.500.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor Anas S. Rasmana usai acara Coaching Clinic yang diselenggarakan Dinas Koperasi Dan UKM di Ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota, Kota Bogor, Senin (05/06/2017).

Meskipun angka-angka tersebut terbilang kecil, tetapi kata Anas, mampu menyumbangkan 25 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDRB) Kota Bogor. Maka jika sektor perkoperasian dan UKM digenjot lagi tidak menutup kemungkinan akan meningkatkan PDRB menjadi setidaknya 35 persen.

"Jadi coaching clinic ini adalah sebuah metodologi untuk mengetahui 'penyakit' atau kesulitan yang dihadapi koperasi dan pelaku UKM. Maka di dalam coaching clinic ini ada tim diagnosa yang diantaranya terdiri dari unsur perguruan tinggi dan praktisi," jelas Anas.

Dari hasil tim diagnosa itu, lanjutnya, akan diketahui "penyakit" atau permasalahan serta hasil rekomendasinya. Apakah nantinya diperlukan bantuan berupa bimbingan dan permodalan atau bahkan perlu diberikan dorongan motivasi dari praktisi atau pelaku yang sudah berhasil.

"Melalui kegiatan coaching clinic ini diharapkan dapat membantu sedikitnya 30 koperasi setiap tahunnya dengan target outcome-nya minimal ada 10 yang bagus. Paling tidak dalam lima sampai tujuh tahun ini selesai," papar Anas.

Kegiatan coaching clinic yang mengundang para praktisi, unsur perguruan tinggi (akademisi) serta para pelaku UKM dan pihak perbankan ini juga turut dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya yang juga menjadi pembicara di acara tersebut. (Donni/Foto:Indra) SZ

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk