Beranda >

Berita > Kejar Target Lakip BB, Kota Bogor Adopsi Sakip Pemkot Bandung


24 Oktober 2017

Kejar Target Lakip BB, Kota Bogor Adopsi Sakip Pemkot Bandung

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap mengadopsi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip) yang dibuat Pemkot Bandung. Hal tersebut terlihat dengan diundangnya Midi Mahendra selaku Kabag Organisasi Dan Pemberdayaan Aparatur Daerah Pemkot Bandung ke Balaikota Bogor untuk ekspose terkait Sakip yang digelar bersamaan dengan Briefing Staf di Balaikota Bogor, Selasa (24/10/2017).

Midi mengatakan, Sakip ini sudah banyak diadopsi secara gratis ke beberapa Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah di Indonesia untuk membantu tugas tata kelola manajemen pemerintahan. Mulai dari aspek perencanaan, pengukuran kinerja, pelaporan dan evaluasi kinerja bisa secara simultan dilakukan dalam satu kali input data.

“Kalau bicara peran, fungsi dan tanggung jawab selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) kan sering disibukkan berbagai laporan yang akhirnya membuat ASN hanya terkonsentrasi menyusun laporan dibanding tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menuturkan, dengan sistem Sakip ini akan banyak membantu proses perencanaan, pengukuran, pelaporan dan evaluasi secara terintegrasi. Sehingga fokus ASN Pemkot Bogor bisa lebih diarahkan kepada aspek pelayanan publik sekaligus Sakip juga bisa berimplikasi pada efisiensi APBD. “Dari efisiensi APBD ini, uangnya kemudian bisa dialokasikan ke masyarakat dan tunjangan ASN agar kinerjanya semakin baik,” imbuhnya.

Tak hanya anggaran yang efisiensi, lanjut Midi, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (Lakip) Pemkot Bogor yang saat ini masih CC bisa sangat mungkin meningkat menjadi BB. Pasalnya, selama ini orentasi pelayanan di Pemda masih bersifat input oriented tetapi sekarang harus bergeser kepada outcome. Agar semua kegiatan membawa dampak manfaat pada masyarakat dan berorientasi pada hasil. “Tentunya dengan komitmen dari Wali Kota, Sekda dan seluruh OPD di Pemerintah Kota Bogor. Apalagi penggunaan Sakip ini sangat mudah dan sudah saling terintegrasi dan simultan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, mengadopsi Sakip ini bukan sekedar untuk melakukan penghematan tapi juga berkaitan kesejahteraan. Apalagi jika pajak turut digenjot. Maka akan didapat APBD yang sehat untuk mensejahterakan masyarakat.  “Sakip ini kan termasuk dalam smart  city, yakni membangun sistem dan sistem itu yang akan mengubah perilaku. Tinggal bagaimana kita tidak hanya terinspirasi tapi juga eksekusi. Aplikasi ini kita terima dengan senang hati. Kita fokus betul agar target BB bisa tercapai,” pungkasnya. (fla/hari-SZ)

 

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk