Beranda >

Berita > Sekda Paparkan Dua Hal Keberhasilan Pilkada dan Netralitas ASN


16 April 2018

Sekda Paparkan Dua Hal Keberhasilan Pilkada dan Netralitas ASN

Meningkatkan partisipasi masyarakat dan menjaga kebersamaan di tengah pilihan politik berbeda menjadi dua peran utama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor 2018.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat dalam Rapat Koordinasi Desk Pilkada Kota Bogor di Hotel Pajajaran Suites and Resort, Bogor Nirwana Residence (BNR), Kota Bogor, Senin (16/04/2018) kepada seluruh aparat di lingkungan Pemkot Bogor. “Peran kita hanya dua itu dan keduanya akan berjalan dengan baik jika dilandasi dengan netralitas,” ujar Ade.

Ade menegaskan, kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk selalu ingat dengan fungsi dan tugas ASN. Fungsi ASN hanya tiga, yakni pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat bangsa. Sedangkan tugas ASN, yakni melaksanakan kebijakan publik yang dibuat pejabat negara, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas dan mempererat persatuan dan kesatuan NKRI.

“Kita tentu sangat berharap bisa mendapatkan pemimpin yang adil, jujur dan amanah sesuai dengan misi Kota Bogor ke depan,” imbuhnya.

Dalam penyelenggaraan Pilkada 2018, lanjut Ade, Pemkot Bogor turut membantu mulai dari Anggaran, Sumber Daya Manusia, sekretariat, hingga sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan partisipasinya. Pasalnya, pada pemilu 2014 lalu tingkat partisipasi masyarakat baru mencapai 63 persen.

“Pilkada 2018 kami menargetkan partisipasi masyarakat bisa mencapai 78 persen dan terus meyakinkan masyarakat perbedaan pemilihan adalah hal biasa dan tetap menjaga wajah Kota Bogor yang senantiasa guyub,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor Undang Suryatna mengatakan, saat ini tahapan Pilkada sudah menjelang Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hasil Daftar Pemilih Sementara (DPS) sudah di pleno-kan namun sekarang masih boleh berubah data. Kalau ternyata masih ada pemilih yang belum terdaftar bisa segera daftar atau kalau ada yang sudah tidak memenuhi syarat segera di coret.

“Masih ada ribuan pemilih yang belum rekap e-KTP. Padahal sekarang wajib rekam KTP. Sebab saat nanti mau mencoblos di TPS harus memperlihatkan e-KTP atau suket jadi setiap pemilih yang terdaftar harus sudah terekam dan kami sedang koordinasi dengan Disdukcapil,” katanya. (fla/Indra/ayi-SZ)

 

 

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk