Beranda >

Berita > Geunah Tumaninah HJB Ke-536, Wujudkan Pilkada Damai


03 Juni 2018

Geunah Tumaninah HJB Ke-536, Wujudkan Pilkada Damai

Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-536 digelar penuh syukur Minggu (03/06/2018) sore di Gedung Paripurna DPRD Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor.

Pasalnya, HJB tahun ini kembali bertepatan pada bulan Suci Ramadhan dan Pilkada Serentak 2018. Sehingga HJB tahun ini ditetapkan tema Geunah Tumaninah yang memiliki arti Enak, Tenang, Nyaman dan Damai.

Tidak hanya anggota DPRD Kota Bogor dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor turut hadir pula mantan Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor serta Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.

Plt. Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir sampai nanti (27/06) warga Bogor tengah dihadapkan pada tahapan-tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat serta Walikota dan Wakil Walikota Bogor.

“Ada dua indikator kesuksesan setiap pelaksanaan pesta demokrasi. Yakni tingkat partisipasi masyarakat dan kebersamaan di tengah masyarakat tetap terjaga di antara perbedaan pilihan politik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada indikator pertama, Pemkot Bogor harus mendukung kerja keras Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor yang terus mensosialisasikan setiap tahapan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat serta Walikota dan Wakil Walikota Bogor.

Sebagai gambaran, berdasarkan data KPU Kota Bogor, tingkat partisipasi masyarakat dalam dua Pilwalkot terakhir masih di atas 60 persen dari seluruh Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pada Pilwalkot 2013, tingkat partisipasi masyarakat baru mencapai 63,04 persen dari seluruh DPT. Sedangkan pada Pilwalkot 2008, tingkat partisipasi masyarakat lebih tinggi mencapai 68,79 persen dari seluruh DPT.

“Tentu kita berharap di dua pesta demokrasi di 2018 ini tingkat partisipasi masyarakat Kota Bogor akan jauh lebih baik dibandingkan dua Pilwalkot sebelumnya,” tuturnya.

Usmar menambahkan, kaitan indikator ke dua, Pemkot Bogor harus terus memahamkan dan mengajak warga untuk selalu merawat kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik yang ada. Sekaligus meyakinkan warga bahwa pilihan politik yang beda pada saat pesta demokrasi merupakan hal biasa. Hal terpenting dari Pilkada yakni senantiasa merawat dan menjaga kebersamaan sebagai warga Kota Bogor yang sejak lama dikenal guyub.

“Sebagai pelaksana tugas Walikota, saya terus berupaya untuk mendorong tercapainya dua indikator tersebut dan pada saat yang sama, memastikan birokrasi tetap pada jalur yang netral, hanya fokus pada pelayanan publik, dan tidak terkait politik praktis,” katanya. (fla/hari-SZ)

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk