Beranda >

Berita > Ingin Jadi Pusat Kajian Islam Dunia, Indonesia Bangun UIII di Kota Depok


06 Juni 2018

Ingin Jadi Pusat Kajian Islam Dunia, Indonesia Bangun UIII di Kota Depok

DEPOK - Sejarah peradaban Islam Indonesia hadir dalam rentang waktu yang cukup lama dan telah mewarnai dunia Islam di Nusantara. Hal itu telah melahirkan karakter Islam Wasatiyah, dimana nilai Islam berpadu dengan nilai budaya yang plural dan toleran.

Upaya untuk kembali meneguhkan peradaban Islam di Indonesia ini, dilakukan Pemerintah melalui tema pendidikan. Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI kini tengah membangun kampus Islam bertaraf internasional, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Presiden RI Jokow Widodo (Jokowi) berharap kampus ini menjadi pusat kajian atau penelitian peradaban Islam tingkat dunia yang ada di Indoneisa. Terlebih Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

"Kita berharap Universitas Islam Internasional Indonesia, benar-benar menjadi pusat kajian, pusat penelitian peradaban Islam di negara kita, Indonesia," ujar Jokowi yang didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama proyek Kampus UIII di area Gedung Pemancar LPP RRI, Jl. Raya Bogor, Cimanggis, Kota Depok, Selasa pagi (5/6/18).

"Sudah sewajarnya, sudah sepantasnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia. Inilah (Kampus UIII) nanti tempatnya," jelas Jokowi yang juga didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin.

Sementara itu, Menag Lukman menjelaskan bahwa UIII dibangun tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik di bidang pendidikan tinggi Islam, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus untuk meneguhkan kepemimpinan Indonesia di dunia Islam internasional.

Kampus yang hanya akan membuka tingkat pendidikan Magister dan Doktor ini berlandaskan pada tiga nilai dasar. Nilai keislaman, wawasan dan proyeksi global, serta nilai keindonesiaan.

"Berbeda dengan kampus-kampus Islam yang sudah ada, tugas dan fungsi UIII tidak hanya menjadi penyelenggara proses belajar mengajar, riset, dan pengabdian masyarakat. Namun, lebih menjadi upaya membangun peradaban Islam Indonesia dan berkontribusi untuk peradaban global melalui jalur pendidikan," kata Menag dalam sambutannya.

UIII tidak hanya akan memiliki fakultas dan perpustakaan. Akan ada juga pusat peradaban Islam, pusat kajian strategis Islam, pusat studi kawasan Islam, serta museum seni dan budaya Islam yang akan menjadi pusat artefak dan manuscript Islam Nusantara.

Kampus UII akan dibangun di atas lahan 142,5 hektar. Dimana 30% lahan akan diisi bangunan dan 70% lainnya adalah lahan hijau untuk perlindungan flora dan fauna ramah lingkungan, sehingga akan menjadi tempat rekreasi bagi warga kampus dan warga sekitarnya.

Kampus ini akan memiliki tujuh fakultas, yaitu: Fakultas Kajian Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Humaniora, Fakultas Ekonomi Islam, Fakulta Science dan Teknologi, Fakultas Pendidikan, serta Fakultas Arsitektur dan Seni. Tahun pertama UIII akan membuka tiga program studi, yaitu Islamic Studies, Political Science, dan Education.

Pembangunan Kampus UIII sudah dicanangkan Presiden Jokowi sejak dua tahun lalu melalui Perpres Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. Komitmen ini diperkuat ini dengan status PTNBH yang akan langsung disematkan pada UIII. Selain itu, proyek kampus ini menjadi satu-satunya pembangunan kampus yang masuk dalam program proyek strategis nasional di bidang pendidikan.

"Kami yakin keputusan Bapak Presiden untuk memprioritaskan pembangunan kampus ini akan menjadikan Indonesia di masa depan bukan saja menjadi salah satu tujuan wisatawan asing, melaikan juga menjadi negara tujuan studi mahasiswa internasional di bidang kajian Islam," pungkas Menag.

Tiga Zona Pembangunan, Anggaran UIII Capai Rp 3,97 Triliun

Rencana pembangunan Kampus UIII akan dilakukan dalam tiga zona pembangunan. Zona 1: Terdiri dari pembangunan gedung rektorat, masjid, perpustakaan, gedung fakultas, infrastruktur kawasan, landscape dan hardscape, serta eco sanctuary park.

Zona 2: Pembangunan kawasan mahasiswa (student center, book store, university mall, sport center), campus residences (professor and lecture staff, student family, student apartements), dan bangunan MEP atau rehabilitasi bangunan lama. Sementara Zona 3, yaitu: Pembangunan kawasan fakultas dan pusat kajian (pusat kajian, scholar center, training center), serta kawasan pusat peradaban (museum, performing arts, dan convention center).

Tahap I Pembangunan (2018-2019) akan menelan anggaran Rp 788 Miliar. Sementara total biaya pembangunan mencapai Rp 3,97 Triliun. Presiden Jokowi memperkirakan pembangunan kampus akan selesai seluruhnya dalam waktu empat tahun.

Presiden Jokowi dalam sambutannya menambahkan, bahwa bangunan gedung Kampus UIII akan berdesain futuristik. Karena menurutnya, ilmu dan riset harus melihat ke depan bukan ke belakang.

"Dari sisi desain, desainnya futuristik. Memang ilmu dan riset adalah kita melihatnya ke depan bukan melihat ke belakang. Baik dari sisi desain, tata ruang, sisi kampusnya, saya melihat Ini adalah betul-betul sebuah kampus masa depan," imbuhnya.

Jawa Barat Akan Menjadi Laboratorium Islam Moderat Bercorak Indonesia Untuk UIII

Pemprov Jawa Barat menyambut baik sekaligus mendukung penuh berdirinya kampus ini. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) berharap UIII akan membawa dampak besar dan membawa Jawa Barat dan Indonesia menjadi salah satu pusat pengembangan Agama Islam yang bercorak Indonesia ke penjuru dunia. Yakni Corak Islam yang moderat, toleran, terbuka, dan berkemajuan.

"Pemilihan Kota Depok sebagai lokasi Kampus UIII merupakan hal yang tepat. Karena kehidupan umat Islam di Jawa Barat sudah dikenal moderat, toleran terhadap keberagaman, terbuka terhadap perbedaan, pandangan kebhinekaan, serta senantiasa berorientasi pada kemajuan kehidupan duniawi dan ukkhrowi secara berkeseimbangan," ujar Aher dalam sambutan selamat datangnya.

Kampus UIII di Jawa Barat, kata Aher akan memiliki laboratorium kehidupan Islam moderat yang bercorak Indonesia. Kondisi masyarakat Islam yang menjadi mayoritas di Jawa Barat tidak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke wilayah Jawa Barat yang berlangsung damai, serta ajarannya yang sejalan dengan nilai-nilai kesundaan.

"Kami berkeyakinan bahwa pendirian kampus ini di Kota Depok, Jawa Barat pada hakikatnya adalah kehendak Allah SWT. Yang mudah-mudahan juga menjadi isyarat dari Allah akan kemajuan yang akan diraih kampus ini," harap Aher.

UIII pun kata Aher, akan memperkuat citra Jawa Barat dalam dunia pendidikan nasional maupun global. Tak heran, karena di Jawa Barat banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta berkelas dunia.

"Menjadi kerhormatan dan kebangaan bagi Provinsi Jawa Barat, karena Kota Depok dipilih menjadi lokasi pembangunan Kampus UIII. Hal ini akan semakin memperkuat peranan Jawa Barat dalam sejarah percaturan dunia pendidikan Indonesia bahkan di tingkat global," ungkap Aher.

"Untuk itu, kami selaku masyarakat Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Depok dan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat, In Shaa Allah siap seratus persen memberikan dukungan sepenuhnya bagi pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia ini di tatar Jawa Barat," pungkasnya.( Humas dan Protokol Setda Jabar )

 

Tambahkan Komentar
Nama :
Website :
Email :
Komentar :
Kode Verifikasi :
   
     
Komentar Masuk