Infrastruktur

PROFIL INVESTASI BIDANG INFRASTRUKTUR DI KOTA BOGOR

SARANA JALAN
Dari Kota Bogor untuk menuju ke Pusat Ibu Kota, Bandara Udara Sukarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok sangat mudah hal ini dikarenakan sudah adanya jalan tol yang langsung menghubungkan antara Kota Bogor dengan ketiga tempat penting tersebut diatas.

Panjang Jalan Negara 30.199 Km
Kondisi baik sekali dan Kondisi baik  17.633 Km
Kondisi sedang   10.150 Km
Kondisi buruk   2.416 Km

Panjang Jalan Propinsi 26.759 Km.
Kondisi Baik Sekali dan Kondisi Baik  10.596 Km
Kondisi Sedang  8.388 Km
Kondisi Buruk   7.775  Km 


Panjang Jalan Kota 564.193 Km
Kondisi Baik Sekali dan Kondisi Baik 129.573 Km
Kondisi Sedang 284.648 Km
Kondisi Buruk 73.878  Km

PELUANG PENANAMAN MODAL BIDANG INFRASTRUKTUR DI KOTA BOGOR

KAWASAN TERPADU TULLAK
Kawasan Perdagangan & Jasa Bubulak, direncanakan akan berdiri di sepanjang Jalan R1 dan kawasan wisata Cifor di atas lahan seluas ± 7 Ha dengan nilai investasi ± 12,5 Milyar
Peluang investasi Kawasan Terpadu TULLAK (Sentul Selatan dan Bubulak) ini sedang dalam proses perencanaan. Kawasan terpadu TULLAK ini adalah kawasan terpadu linier dengan pola mengikuti garis alur rencana jaringan jalan dari pintu tol Sentul Selatan (R2), jalan raya Baru Kemang (R0) dan batas jalan raya Sindangbarang (R1) dengan luasan 1.425 Ha.

RUMAH SUSUN SEWA
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, dan semakin mahalnya harga lahan untuk dapat dijangkau oleh penduduk berpenghasilan rendah, maka dibutuhkan suatu bentuk perumahan yang terpadu dan berdiri di atas lahan yang tidak terlalu luas. Oleh sebab itu dibangunlah Rusunawa (Rumah Susun Sewa) guna menjawab segala permasalahan di atas. Rusunawa di Kota Bogor akan berlokasi di Kelurahan Menteng Bogor Barat. Rusunawa tahap I seluas 0,6405 Ha dibangun oleh Departemen Kimpraswil dengan perkiraan biaya sebesar Rp. 10,2 Milyar, sedangkan rusunawa tahap II seluas 0,35 Ha dan tahap III seluas 0,6 Ha diperuntukan untuk investor swasta dengan perkiraan biaya sebesar Rp 8,6 milyar untuk tahap II dan Rp. 10,9 milyar untuk tahap III.

 


TERMINAL ANGKUTAN BARANG
Pembangunan Terminal Angkutan Barang akan dibangun di Kelurahan Tanah Baru Kec. Bogor Utara dengan nilai proyek Rp. 20 Milyar.
Prospek proyek adalah terbangunnya sarana dan prasarana pergudangan, tempat bongkar muat dan distribusi barang. Peluang pasar adalah kendaraan angkutan barang khususnya dengan MST diatas 8 ton, truk gandengan, kereta tempelan.

ANGKUTAN MASAL
Seiring dengan perkembangan pertambahan penduduk dan semakin giatnya kegiatan ekonomi, maka penataan jaringan trayek angkutan umum menjadi penting, yaitu dengan menghadirkan sarana angkutan umum yang layak, terjangkau dan dapat mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas. Sehubungan dengan hal tersebut Pemerintah Kota Bogor merencanakan untuk mengoperasikan bus berukuran ¾ sebagai angkutan masal, dengan trayek Ciawi-Cibuluh dan Bubulak-Soleh Iskandar-Baranangsiang. Biaya yang dibutuhkan untuk itu adalah Rp. 25 Milyar.
Pembangunan gedung parkir didasarkan pada kebutuhan yang mendesak akan areal perparkiran yang dapat menampung banyak mobil disamping untuk mengurangi tingkat kemacetan akibat parkir yang tidak terorganisir disekitar kawasan perdagangan Jl. Surya Kencana, gedung parkir tersebut direncanakan akan dibangun di Jl. Surya Kencana dan Jl. Otista dengan biaya sebesar Rp. 1,25 Milyar. Hal ini merupakan peluang yang menarik untuk ditawarkan mengingat besarnya pendapatan yang diperoleh dari bisnis perparkiran ini.

 

IDENTIFIKASI TRAYEK ANGKUTAN UMUM
Sasaran proyek ini adalah kendaraan angkutan kota yang belum memasang lampu identifikasi trayek dan selempang. Perkiraan investasi 250 Juta.

PENYEDIAAN AIR BERSIH
Pembangunan reservoir  zone 6 kota batu dengan kapasitas 200m3/.
Produk/jasa yang aKan dihasilkan adalah optimalisasi kapasitas air bersih dengan perkiraan investasi ± 3,5 milyar.
Pengadaan dan pemasangan pipa steel diameter 1000 mm
Produk jasa yang dihasilkan optimalisasi kapasitas air bersih. Peluang pasar penambahan cakupan pelayanan. Lokasi dari Ciherang ke Dekeng. Modal investasi Rp.14.605 milyar atau ± Rp.14,7 milyar
Pengadaan dan penggantian meteran air untuk meningkatkan keakuratan bacaan meteran air dengan Modal investasi Rp. 9.075.000.000.
Proyek peningkatan jumlah pelanggan/
Modal investasi Rp. 20.895.000.000.