Beranda >

Berita > Gertak PSN, Bima Arya Bersama Duta Jumantik Berantas Sarang Nyamuk


02 April 2024

Gertak PSN, Bima Arya Bersama Duta Jumantik Berantas Sarang Nyamuk

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara serentak melaksanakan Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di sekolah-sekolah.

Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno dan Duta Jumantik (Juru Pemantau Jentik) melaksanakan Gertak PSN di SMPN 3 Kota Bogor, Senin (1/4/2024).

Gertak PSN diawali dengan pelantikan siswa-siswi SMPN 3 Kota Bogor sebagai Duta Jumantik dan pembacaan ikrar.

Didampingi Yane Ardian yang juga alumni SMPN 3 Kota Bogor, Duta Jumantik bersama Bima Arya langsung melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan berkeliling area sekolah.

Di depan para pelajar, Bima Arya menyosialisasikan dan mengedukasi siswa-siswi terkait Demam Berdarah Dengue (DBD).

Saat ini situasi DBD di Kota Bogor sedang tidak baik-baik saja, karena ada 9 warga meninggal dunia dan sebagian besar ada di rentang usia di bawah 14 tahun.

"Jadi saya titip betul begitu panas tinggi, begitu pusing, begitu meriang jangan telat, nanti bisa fatal. Tolong ya anak-anak," kata Bima Arya.

Berdasarkan data dari Dinkes Kota Bogor, nyamuk aktif menggigit di rentang waktu pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB dan pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

“Itu jam rawan. Saya titip tidak boleh ada genangan air yang bisa menimbulkan jentik nyamuk. Semuanya harus rajin jumantik yang biasanya suka ada di dispenser air mineral, di belakang kulkas, di daun pada tanaman hias yang menimbulkan genangan, barang yang tidak terpakai dan sebagainya," katanya.

Kesiapsiagaan lanjut Bima Arya, akan bisa meminimalisir dan mencegah DBD.

Kadinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, kegiatan PSN di sekolah ini melihat dari adanya data yang mulai terus ada peningkatan sejak awal yang belum ada tanda penurunan signifikan dari kasus yang tersebar di 8 kelurahan.

"Dari sebaran kasus DBD yang paling banyak itu adalah usia rentan 5 sampai 14 tahun dan jumlahnya sampai 606 kasus," ujarnya.

Dari hasil penelitian dan surveilans tempat penularan tidak hanya di lingkungan rumah dan tempat tinggal, tapi juga di sekolah dan tempat umum.

"Berbagai upaya sudah dilakukan Pemkot sejak terjadi peningkatan kasus di awal Januari, dengan dikeluarkan surat edaran wali kota terkait antisipasi meningkatnya kasus DBD, yang kemudian dilanjutkan secara serentak Gertak PSN di 68 kelurahan," katanya.

Namun meski upaya itu telah dilakukan secara masif dan berkelanjutan, kasus DBD tak juga turun.

Sehingga kemudian dilakukan Gertak PSN bekerjasama dengan Dinas pendidikan dan melantik para Duta Jumantik.

"Tujuannya untuk menurunkan angka kejadian DBD dan juga sebagai edukasi kepada siswa, termasuk juga mengaktifkan siswa sebagai kader atau Duta Jumantik. Ini harus kita tingkatkan, termasuk anak-anak bisa menjadi kader tetapi juga di lingkungan masing masing," katanya. (Prokompim)